Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Polda Papua Tengah Pusatkan Penanganan KKB di Operasi Damai Cartenz

Wahyu Welerubun • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:29 WIB
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. (Foto: Istimewa).
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. (Foto: Istimewa).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — ​Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah memutuskan untuk memusatkan seluruh kendali taktis penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah kendali Operasi Damai Cartenz (ODC). 

Langkah ini diambil untuk memutus rantai logistik serta memperketat pengawasan jalur penyelundupan senjata api dan amunisi di wilayah tersebut.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menegaskan bahwa kesatuan komando dan penghapusan ego sektoral antar-institusi menjadi kunci utama dalam strategi penanganan konflik di Papua.

“Satgas Operasi Damai Cartenz menjadi ujung tombak, karena mereka memiliki pusat data yang lebih komplit terkait perkembangan kejadian dengan kelompok kriminal bersenjata ini,” jelas Jermias Rontini, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Jermias, kelengkapan data yang dimiliki Satgas ODC menjadi basis krusial dalam melakukan mitigasi konflik secara terukur. 

Hal ini diharapkan dapat meminimalkan potensi jatuhnya korban, baik dari kalangan warga sipil maupun aparat keamanan di lapangan.

Dalam struktur penanganan ini, Polda Papua Tengah memposisikan diri sebagai pilar penyokong. 

Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat guna memastikan operasi berjalan dengan presisi dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

Polda Papua Tengah juga terus berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) lainnya di wilayah yang sama. Temasuk, Satgas Yalimo dan Komando Operasi (Koops) TNI Habema.

Sinergi antara Polri dan TNI melalui Satgas Yalimo serta Komando Operasi (Koops) Habema ini difokuskan pada penutupan celah pasokan senjata secara bertahap. 

Penegakan hukum dan pengamanan wilayah diarahkan untuk memulihkan stabilitas keamanan jangka panjang di seluruh wilayah Papua Tengah.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
Papua Tengah Ceposonline.com