CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Bangunan baru Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ayuka di Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, mengalami kebocoran parah.
Air hujan merembes dan menggenangi sejumlah ruang kerja petugas medis saat curah hujan tinggi melanda wilayah tersebut.
Kondisi fasilitas kesehatan yang baru seumur jagung ini memicu inspeksi mendadak dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, pada Kamis (25/6/2026).
Godfried membenarkan adanya kerusakan pada atap gedung yang menyebabkan air menembus plafon ruang kerja staf medis.
Ia mengkhawatirkan dampak kebocoran ini terhadap keselamatan petugas dan fasilitas puskesmas.
"Bangunan ini dibangun tahun 2024 dan selesai tahun 2025. Teman-teman staf baru menggunakan ini beberapa bulan, namun kondisinya sudah seperti itu (bocor).
“Di tengah curah hujan yang mulai tinggi saat ini, kami khawatir rembesan air ini dapat mengganggu kenyamanan kerja serta berdampak buruk pada instalasi kelistrikan yang tertanam di dalam bangunan," ujar Godfried.
Untuk langkah perbaikan, Dinkes Mimika kini menunggu surat pengajuan resmi mengenai kerusakan fasilitas dari Kepala Puskesmas Ayuka.
Surat ini akan menjadi dasar integrasi ke dalam program perencanaan dan penganggaran rehabilitasi bangunan.
Kepala Puskesmas Ayuka, Lucia Wamang, menjelaskan bahwa proyek pembangunan gedung ini menggunakan dana dari Kementerian Kesehatan.
Merujuk informasi dari konsultan proyek, total pagu anggaran mencapai Rp6.016.000.000 (enam miliar enam belas juta rupiah), dengan nilai realisasi fisik bangunan sekitar Rp3,7 miliar.
Menurut Lucia, masalah atap bocor ini bukan persoalan baru, melainkan sudah terjadi sejak awal bangunan selesai didirikan. (*)
Editor : Elfira Halifa