Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Mengintip Peta Rawan Bencana Mimika Saat Cuaca Ekstrem Mengepung

Wahyu Welerubun • Senin, 18 Mei 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi Gemini AI oleh Moh. Wahyu Welerubun 
Ilustrasi Gemini AI oleh Moh. Wahyu Welerubun 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Papua Tengah untuk tiga hari ke depan. 

Merespons hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak buruk di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, menyatakan instansinya langsung menyusun surat imbauan resmi untuk disebarluaskan kepada masyarakat, terutama di kawasan yang masuk dalam peta rawan bencana.

"Kami dari BPBD hari ini menyiapkan imbauannya untuk disampaikan ke masyarakat, terutama di enam distrik yang ada di wilayah kota hingga Mapurjaya dan Poumako," kata Agustina saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Senin (18/5/2026).

Agustina meminta warga di wilayah perkotaan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang, petir, dan pohon tumbang. 

Warga disarankan untuk tetap berada di dalam rumah saat hujan lebat disertai badai guntur terjadi. Selain cuaca ekstrem, ia juga mengingatkan warga kota untuk menjaga kebersihan drainase guna mencegah banjir luapan.

"Masyarakat harus sadar kebersihan lingkungan. Kalau lingkungan bersih, otomatis kita dijauhkan dari rintangan, khususnya banjir," ujarnya.

Ancaman Longsor dan Banjir Rob
Berdasarkan peta rawan bencana milik BPBD Mimika, karakteristik ancaman di setiap wilayah berbeda-beda. 

Untuk wilayah pegunungan seperti Distrik Tembagapura, ancaman utama yang membayangi adalah tanah longsor. 

Koordinasi intensif dengan aparat distrik terus dilakukan untuk memantau pergerakan tanah saat hujan turun terus-menerus.

Sementara itu, ancaman berbeda dihadapi oleh warga di kawasan pesisir seperti Distrik Kokonao, Atuka, dan Amar. Wilayah-wilayah ini menjadi langganan banjir rob atau luapan air pasang laut akibat fenomena alam tahunan.

"Di Kokonao, Atuka, dan Amar itu sering terkena banjir rob, air pasang naik berkisar 40 hingga 45 sentimeter. Itu masuk dalam peta rawan bencana kami," jelas Agustina.

Oleh karena itu, BPBD meminta para nelayan lokal untuk sementara waktu tidak melaut hingga kondisi gelombang dan cuaca kembali teduh. Warga pesisir juga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika air laut mulai menggenangi pemukiman.

Mulai Selasa besok, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mimika dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi mitigasi secara masif. 

“Kita tidak boleh lengah. Edukasi dan pencegahan harus terus disampaikan kepada masyarakat agar kita siap menghadapi banjir, longsor, kebakaran, maupun pohon tumbang," pungkas Agustina. (*)

Editor : Agung Trihandono
#mimika #Ceposonline.com #cuaca ekstrem