Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Ancaman Malaria di Balik Agresivitas Deteksi Dini Mimika

Wahyu Welerubun • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:57 WIB
Ilustrasi Gemini AI By Moh. Wahyu Welerubun.
Ilustrasi Gemini AI By Moh. Wahyu Welerubun.

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melaporkan capaian pemeriksaan malaria yang masif sepanjang Triwulan I tahun 2026. Dalam periode Januari hingga Maret, otoritas kesehatan setempat melakukan 296.883 pemeriksaan di seluruh wilayah. 

Hasilnya, ditemukan 35.787 kasus positif dengan angka positivity rate mencapai 12,05 persen. Tingginya angka temuan ini mengonfirmasi bahwa penularan malaria di bumi Amungme dan Kamoro tersebut masih berada pada level yang mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Mimika, Linus Dumatubun, menyatakan bahwa statistik tersebut merupakan buah dari upaya deteksi dini yang dilakukan secara agresif, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui penemuan kasus aktif di lapangan. 

“Pemeriksaan yang masif menjadi kunci dalam menemukan kasus sedini mungkin sehingga pasien dapat segera diobati dan penularan dapat ditekan,” ujarnya, sarat dihubungi, Selasa (12/5/2026).

Sorotan utama dalam data triwulanan ini adalah hantaman malaria terhadap kelompok usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 23.389 kasus. 

Fenomena ini bukan sekadar masalah kesehatan masyarakat, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi daerah karena menurunnya produktivitas warga. 

Dari sisi gender, laki-laki mendominasi angka infeksi dengan 20.929 kasus, berbanding 14.858 kasus pada perempuan.

Secara klinis, jenis parasit Plasmodium vivax menjadi pemicu utama dengan 15.702 kasus, disusul tipis oleh Plasmodium falciparum sebanyak 15.096 kasus. 

Tim medis juga mengidentifikasi infeksi campuran pada 3.303 pasien, serta temuan langka Plasmodium malariae (1.657 kasus) dan Plasmodium ovale (29 kasus). 

Penentuan diagnosa ini dilakukan melalui kombinasi Rapid Diagnostic Test (RDT) sebanyak 210.605 tes dan sediaan mikroskop sebanyak 86.278 tes.

Guna mengejar target eliminasi, Dinas Kesehatan kini memperluas jangkauan surveilans melalui puskesmas keliling dan kunjungan rumah ke wilayah-wilayah terpencil. 

Mengingat proporsi penduduk yang terinfeksi mencapai 11,33 persen dari total populasi 315.995 jiwa, penguatan deteksi di titik-titik berisiko tinggi menjadi harga mati bagi pemerintah daerah.

Linus menegaskan bahwa optimisme eliminasi malaria hanya bisa terwujud jika pengobatan tepat sasaran berkelindan dengan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga sanitasi dan pencegahan mandiri. 

“Keberhasilan eliminasi malaria membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan kerja sama yang kuat, kita yakin Mimika dapat terus menurunkan angka malaria dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat,” tutupnya.(*)

Editor : Weny Firmansyah
#mimika #Ceposonline.com #malaria