CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat mulai memberikan dampak nyata hingga ke pelosok Indonesia.
Menanggapi situasi geopolitik global tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob secara resmi menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera melakukan penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk respons terhadap potensi krisis energi nasional yang dipicu oleh ketidakstabilan di Timur Tengah.
Dalam arahannya, Johannes menyoroti wacana kebijakan Work From Home (WFH) yang tengah dikaji pemerintah pusat sebagai strategi menekan konsumsi energi.
“Jadi Bapak-Ibu, surat edaran itu belum kami terima, tapi kami dengar dari TV dan lain-lain,” ujar Johannes kepada ASN, Senin (30/3/2026).
Tak ingin kecolongan, Johannes langsung memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan langkah proaktif.
Ia mendesak adanya koordinasi intensif dengan pihak Pertamina guna memetakan ketahanan stok energi di wilayah Mimika dalam jangka menengah.
“Saya minta Kepala Dinas Perindag untuk segera menanyakan kepastian stok BBM kita kepada Pertamina untuk beberapa bulan ke depan. Kita harus hati-hati dalam melaksanakan tugas dan menggunakan bahan bakar secara bijak,” tegasnya.
Di luar isu energi, Johannes juga menekankan pentingnya profesionalisme pegawai melalui aspek fundamental: kedisiplinan dan penampilan.
Menurutnya, seragam yang rapi bukan sekadar soal estetika, melainkan instrumen vital dalam membangun legitimasi dan kepercayaan di mata publik.
“Kita melayani masyarakat, dan orang akan melihat penampilan kita terlebih dahulu. Jika penampilan kita tidak pas, orang akan sulit percaya. Saya minta para pegawai tetap tampil rapi, gagah, dan cantik agar masyarakat yakin bahwa kita siap memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.(*)
Editor : Agung Trihandono