Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Blokade Jalan Berakhir, Polres Mimika Fasilitasi Audiensi Pendulang Emas dengan DPRK

Wahyu Welerubun • 2026-03-25 07:36:11

 

Para pendulang yang berjalan beriringan meninggalkan lokasi aksi pada Selasa (24/3/2026) malam. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Para pendulang yang berjalan beriringan meninggalkan lokasi aksi pada Selasa (24/3/2026) malam. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Aksi protes kelompok pendulang tradisional yang memblokade poros Jalan Ahmad Yani dan Jalan Leo Mamiri, Kabupaten Mimika, akhirnya berakhir kondusif. 

 

Massa membubarkan diri secara tertib pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 19.36 WIT, setelah melakukan aksi sejak siang hari di depan salah satu toko emas setempat.

Aksi yang diwarnai dengan pembakaran ban tersebut dipicu oleh ketidakpastian operasional toko emas pasca-penindakan hukum oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu, yang berdampak pada sulitnya para pendulang menjual hasil dulangan mereka.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif untuk meredam situasi.

"Ya intinya mereka ini menanyakan kepastian, kepastian terkait untuk toko atau pembeli emas ini kapan bisa menerima hasil dulang emasnya," kata Billyandha kepada wartawan saat ditemui di lokasi.

 

​AKBP Billyandha mengakui bahwa persoalan ini memiliki dimensi yang luas dan tidak hanya terjadi di wilayah Timika.

Ia mengaku telah menyampaikan saran kepada koordinator para pendulang agar menyurat ke Polres Mimika agar difasilitasi ke DPRK untuk melaksanakan audiensi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

 

"Nah, tadi kami sempat menyarankan kepada koordinator agar menyurat ke kami, kemudian kita fasilitasi ke pemerintah, yaitu ke DPRK supaya melaksanakan audiensi supaya ada solusi nanti bagaimana. Apakah nanti hasilnya ini diwadahi oleh koperasi atau bagaimana, supaya masyarakat pendulang ini ada kepastian," jelas Billy.

 

​Sebagai langkah konkret, Polres Mimika berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat pendulang dengan pemerintah daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).

Aparat kepolisian akan ditugaskan untuk mengamankan jalannya audiensi antara para pendulang bersama dengan DPRK Mimika di rumah rakyat.

 

"Tentunya kami di sini bukan musuh ya, Pak Polisi ini bukan musuh, kami adalah mitra, mitra masyarakat. Ya setidaknya jangan sampai berbuat anarkis karena ini bisa kita diskusikan, bisa kita bicarakan untuk mencari win-win solution yang terbaik," imbuhnya.

 

​Terkait latar belakang aksi, Kapolres mengungkapkan bahwa kegelisahan warga merupakan dampak berantai dari penegakan hukum yang dilakukan sebelumnya oleh Kepolisian di wilayah tersebut.

 

​"Jadi ini memang masalah berulang. Yang pertama kemarin sudah clear, kemudian sekarang terulang lagi. Jadi kami sudah menyampaikan ke masyarakat, mereka sudah paham. Cuma mereka ingin diwadahi, difasilitasi oleh pemerintah daerah. Nanti termasuk yang hadir itu dari siapa saja, koordinator, kemudian dari pos-pos itu siapa, nanti teknis dan tata caranya bagaimana, kami menunggu surat dari koordinator," pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa ratusan pendulang tradisional menyampaikan aspirasi terkait tutupnya sebuah toko emas di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Leo Mamiri, Mimika, Papua Tengah, pada Selasa. 

 

Aksi yang berlangsung sejak siang hari ini sempat mereda, namun kembali berlanjut pada sore hari. Massa yang berkumpul di badan jalan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami hambatan.

 

Pemicu utama kejadian ini adalah tutupnya salah satu toko emas yang sebelumnya dikabarkan akan membuka layanan transaksi pada hari tersebut. 

 

Para pendulang yang datang dari berbagai wilayah merasa kecewa karena tidak dapat menjual hasil dulang mereka sesuai rencana.

 

Untuk menjaga ketertiban umum, personel dari Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru terpantau sedang bersiaga di lokasi. 

 

Sejumlah perwira kepolisian tampak memantau situasi secara langsung, diantaranya Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Alfredo Korwa, Kanit Binmas Polsek Mimika Baru Iptu I Made Aribawa, serta Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru Ipda Teguh Krisandi Fardha. 

 

Saat ini, pihak kepolisian fokus pada upaya persuasif agar massa tetap tenang dan jalan dapat segera dilalui kembali oleh kendaraan.

 

Berdasarkan informasi di lapangan, para pendulang berharap pihak pengelola toko emas memberikan kejelasan mengenai jadwal operasional. 

 

Kepastian waktu transaksi sangat dibutuhkan mengingat banyak dari mereka telah menempuh perjalanan jauh.

 

​(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#mimika #Ceposonline.com #pendulang emas