Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kualitas Beras di Timika Dijamin Layak Konsumsi

Wahyu Welerubun • 2026-03-24 12:28:06

 

Ilustrasi orang memikul beras. (Pinterest)
Ilustrasi orang memikul beras. (Pinterest)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Kepala Perum Bulog KC Timika, Dedy Wahyudi, menjamin bahwa seluruh stok beras yang keluar dari gudang Bulog telah melewati prosedur pengecekan ketat. Sebagai bentuk akuntabilitas, Bulog juga menyediakan layanan penukaran bagi warga jika menerima beras dengan kondisi yang tidak memadai.

“Kami pastikan beras yang disalurkan layak konsumsi. Kalau ada yang kualitasnya kurang baik, silakan ditukar ke Bulog,” ujar Dedy, Selasa (24/3/2026). Dedy menjelaskan bahwa Kabupaten Mimika merupakan daerah defisit beras karena belum mampu memproduksi kebutuhan pokok tersebut secara mandiri.

Alhasil, ketahanan pangan Mimika sangat bergantung pada pasokan dari luar pulau, terutama Jawa dan Sulawesi. Untuk menjaga ketersediaan tersebut, saat ini pemerintah mengubah strategi pengadaan dengan memprioritaskan hasil tani lokal dibanding impor.

“Ini bagian dari upaya pemerintah mendorong penyerapan dalam negeri dan menjaga semangat petani untuk terus berproduksi,” katanya. Terkait kebijakan baru, pemerintah kini menetapkan standar fleksibilitas kualitas beras yang diserap dari petani lokal.

Jika sebelumnya batas maksimal butir patah (broken rice) adalah 5 persen, kini standar tersebut ditingkatkan menjadi 25 persen. ​Perubahan ini bukan berarti menurunkan keamanan pangan, melainkan penyesuaian agar gabah hasil panen petani lokal tetap bisa diserap oleh negara meskipun secara visual terdapat lebih banyak butiran yang tidak utuh.

Kebijakan ini bertujuan memperluas serapan gabah petani agar produksi nasional tetap terjaga. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#beras #mimika #Ceposonline.com