CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Jenazah mendiang Simson Mulia, karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) korban penembakan kelompok bersenjata di area tambang terbuka Grasberg, Tembagapura, Papua diterbangkan ke kampung halamannya di Bandung, Kamis (12/3/2026) siang.
Pemberangkatan jenazah mendiang Simson dengan menggunakan pesawat Airfast, dari terminal lama bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah dengan rute Jakarta.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat ditemui di Graha Eme Neme Yauware usai apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026, Kamis sore membenarkan hal tersebut.
"Untuk korban meninggal dunia sudah diterbangkan ke rumah duka di daerah Jawa Barat dengan pengawalan petugas kepolisian," kata Billy.
Kapolres dalam kesempatan itu menyampaikan duka cita mendalam atas meningalnya korban dalam insiden penembakan tersebut.
Kapolres juga mebgklarifikasi pernyataannya sebelumnya kepada awak media yang menyatakan bahwa korban berjumlah tiga orang.
Ia menyebut, jumlah korban hanya dua, dimana satu meninggal dunia karena terkena tembakan sementara satu korban lainnya terluka di telapak tangan setelah terjatuh saat melompat untuk menyelamatkan diri.
"Jadi perlu saya luruskan, korban itu satu meninggal dunia dan satu tuh hanya luka ringan karena loncat untuk menyelamatkan diri dan jatuh, sehingga mengalami luka di tangan, jadi korban bukan tiga tapi dua," terangnya.
Adapun insiden penembakan ini terjadi di area tambang terbuka Grasberg pada Rabu pagi 11 Maret 2026. Insiden penembakan itu menyebabkan satu karyawan PTFI atas nama Simson Mulia meninggal dunia.
Yang bersangkutan meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepala sebelah kanan yang tembus hingga telinga kiri.
Sementara satu orang lainnya berinisial AM selaku saksi mengalami luka lecet pada telapak tangan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri.
Berdasarkan keterangan awal saksi, saat itu korban bersamanya sedang melaksanakan pekerjaan pengukuran water level di area Jayapura Ex Pontil menggunakan kendaraan operasional.
Setelah menuntaskan pekerjaan, korban berada di belakang kendaraan untuk merapikan peralatan kerja, sementara saksi berada di samping kendaraan.
Beberapa saat berselang saksi mengaku mendengar bunyi tembakan. Ia kemudian melihat korban telah tergeletak bersimbah darah di atas kabin kendaraan.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui radio komunikasi kepada Command Center untuk meminta bantuan.
Menerima informasi tersebut, tim respon gabungan dari aparat keamanan, termasuk tim keamanan perusahaan beserta tim medis, bergegas menuju ke lokasi.
Selanjutnya, personel Polsek Tembagapura dipimpin Wakapolsek Iptu Eksan Laane berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta melakukan proses identifikasi dan visum luar terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka tembak pada kepala bagian kanan yang menembus hingga telinga kiri.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Tembagapura IPDA Akhmad Y. Wiratana bersama 4 personel Polsek Tembagapura juga bergerak cepat melakukan olah TKP di area Grasberg.
Pada saat proses evakuasi dan pengamanan berlangsung, dilaporkan juga sempat terjadi kontak tembak Brimob dari Satgas Amole dengan kelompok bersenjata di sekitar lokasi.
Aparat keamanan juga akan terus meningkatkan pengamanan dan melakukan langkah-langkah penegakan hukum guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Mimika, khususnya di area Tembagapura dan sekitarnya. (*)
Editor : Elfira Halifa