CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Puluhan petugas pengangkut sampah di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika menggelar aksi mogok kerja pada Senin (9/3/2026).
Aksi ini sempat menyebabkan aktivitas pengangkutan sampah di wilayah Kota Timika lumpuh total sejak pagi hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi mogok telah berlangsung sejak subuh. Para sopir truk dan petugas kebersihan berkumpul di pangkalan yang berlokasi di Kantor DLH lama, Jalan Cenderawasih.
Akibat mogok massal ini, tidak ada satu pun armada truk sampah yang beroperasi, sehingga tumpukan sampah mulai memenuhi sejumlah ruas jalan utama di kota.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aksi ini dipicu oleh beberapa poin krusial, diantaranya adalah adanya pemberhentian salah satu sopir secara mendadak yang kemudian digantikan oleh tenaga kerja baru dari luar tanpa prosedur yang transparan.
Kemudian, adanya keluhan terkait minimnya pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak bagi petugas lapangan hingga ketidakpuasan mengenai besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinilai tidak sesuai harapan.
Kepala Seksi Persampahan DLH Mimika, Aris Sampe Mambulu, sempat menemui para pekerja di lokasi pangkalan untuk melakukan diskusi.
Meski telah dilakukan dialog, para pekerja tetap menuntut kehadiran Kepala Dinas Lingkungan Hidup secara langsung guna memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan yang dianggap merugikan tersebut.
Ketegangan mulai mereda menjelang siang hari. Hingga pukul 10.30 WIT, para petugas terpantau telah kembali beraktivitas mengangkut sampah yang sempat terbengkalai.
Pada pukul 10.49 WIT, sejumlah truk pengangkut terpantau telah dipenuhi muatan dan mulai bergerak melintasi jalanan kota menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Distrik Iwaka untuk menormalisasi kondisi kebersihan kota.(*)
Editor : Agung Trihandono