Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Polres Mimika Olah TKP Keributan di Jalan Kesehatan Sebabkan 3 Polisi Terluka

Wahyu Welerubun • 2026-03-04 09:00:14

 

Proses olah TKP keributan di Jalan Kesehatan Dalam, Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Senin 2 Maret 2026. (Foto: Humas Polres Mimika).
Proses olah TKP keributan di Jalan Kesehatan Dalam, Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Senin 2 Maret 2026. (Foto: Humas Polres Mimika).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Kepolisian Resor (Polres) Mimika melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) keributan di Jalan Kesehatan Dalam, Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah yang menyebabkan tiga polisi terluka pada Sabtu 28 Februari 2026 malam. 

 

Olah TKP yang dilaksanakan pada Senin 2 Maret 2026 ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Ibnu Rudihartono, dengan melibatkan personel gabungan dari Sat Reskrim, Sat Samapta, Sat Intelkam, Sipropam Polres Mimika serta didukung oleh 1 (satu) peleton Yon B Pelopor Satbrimobda Papua Tengah.

 

Dalam olah TKP tersebut, Sat Reskrim Polres Mimika memperagakan 8 adegan yang merincikan peristiwa keributan hingga berujung penyerangan terhadap anggota menggunakan batu dan busur panah. 

 

Pada adegan pertama, diperlihatkan polisi yang merespon lokasi keributan lalu diserang dengan menggunakan panah dan batu, hingga ditemukannya posisi letak 3 buah anak panah. 

 

Dalam adegan kedua, posisi sekelompok pemuda yang melakukan penyerangan dengan jumlah diperkirakan sebanyak 20 orang.  

 

Pada adegan ketiga memperlihatkan posisi personel Perintis mendatangi TKP sebagai bala bantuan kepada tim patroli pertama yang terlebih dulu diserang, hingga mereka pun kembali menjadi sasaran penyerangan oleh kelompok pemuda dengan menggunakan batu.  

 

Adegan keempat menunjukkan posisi ditemukannya batu. Lalu pada adegan kelima posisi tiga personel Polres Mimika yang terkena panah. 

 

Keenam, posisi pelaku melakukan penyerangan dengan menggunakan panah dan batu di area pertigaan jalan lorong dan SD YPPGI Meuewo. 

 

Adegan ketujuh menunjukkan posis mobil Perintis memblokade jalan sebagai tempat berlindung bagi personel. 

 

Adegan ke delapan memperlihatkan posisi pelaku melakukan penyerangan dengan menggunakan panah dan batu di pertigaan area SD YPPGI Meuewo.

 

Kasi Humas Polres Mimika IPTU Hempy Ona, pada Rabu (4/3/2026) mengonfirmasi adanya olah TKP tersebut.  

 

IPTU Hempy menjelaskan bahwa olah TKP ini menindaklanjuti peristiwa keributan yang terjadi pada Sabtu malam 28 Februari 2026. 

 

“Pelaksanaan olah TKP merupakan tindak lanjut atas insiden penyerangan terhadap anggota Polres Mimika yang saat itu melaksanakan respons cepat terhadap laporan keributan masyarakat,” kata IPTU Hempy. 

 

“Adapun ketiga personel yang mengalami luka panah dalam peristiwa itu yakni Bripka MA dengan luka pada jari tengah tangan kanan. Kemudian Bripda WM dengan luka pada paha kanan dan siku tangan kanan, serta Bripda YS dengan luka pada kaki kiri bagian depan,” ujarnya menambahkan. 

 

Dikatakan, seluruh personel yang terlibat ditugaskan untuk mengamankan area selama anggota Reskrim melakukan olah TKP. Giat ini pun dilaksanakan secara menyeluruh di sepanjang Jalan Kesehatan Dalam Lorong Meuwo. 

 

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, diketahui bahwa penerangan jalan pada malam hari masih sangat minim sehingga jarak pandang terbatas. 

 

Selain itu, di sekitar lokasi tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu proses identifikasi kejadian.

 

“Polres Mimika mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya,” imbau Hempy.  

 

Ia pun mengimbau apabila ada masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.

 

(*).

Editor : Lucky Ireeuw
#olah tkp #Sat Reskrim #mimika #Ceposonline.com