CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jeremias Rontini melakukan peninjauan langsung ke wilayah Kapiraya dan Kilometer 1 untuk memantau situasi keamanan dan mendengarkan aspirasi masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran pimpinan daerah, diantaranya Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Danyon B Pelopor Kompol Umbu Sairo, serta Plt. Kepala Kesbangpol Mimika Alfasiah.
Bertolak dari Helipad Bandara Mozes Kilangin Timika, rombongan mengawali peninjauan dengan melakukan pemantauan udara menggunakan pesawat untuk melihat kondisi geografis dan situasi terkini di wilayah tersebut.
Setelah itu, rombongan mendarat di Kampung Kapiraya dan melanjutkan perjalanan ke area pelabuhan di Kilometer 1.
Di lokasi tersebut, Bupati bertemu langsung dengan masyarakat Suku Kamoro dari lima kampung yang telah menunggu kedatangan pemerintah.
Dalam diskusi singkat tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan dan harapan agar pemerintah daerah hadir secara nyata di tengah-tengah mereka.
"Mereka sudah curhat-curhatlah kepada kami. Intinya bahwa mereka ingin pemerintah hadir. Dan saya sudah sampaikan bahwa semua apa yang kamu (masyarakat Kamor di lokasi-red) sampaikan, semua persoalan-persoalan yang sudah kita dengar ini semua dari kamu, nanti kamu sampaikan kepada tim," jelas Johannes dalam wawancara singkat bersama awak media di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah, Jumat 27 Februari 2026 malam.
Lanjut dijelaskan Johannes bahwa sesuai hasil rapat di Grand Tembaga, tim teknis dijadwalkan akan turun langsung ke lapangan pada hari ini, Sabtu (28/2/2026) untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang ada.
Salah satu poin krusial dalam kunjungan ini adalah rencana pengeluaran alat-alat berat dari lokasi. Peninjauan udara bersama Kapolda bertujuan untuk memastikan koordinasi teknis penarikan alat-alat tersebut.
Johannes juga mengakui adanya sejumlah poin aspirasi khusus yang bersifat internal. Poin-poin tersebut akan dibahas lebih lanjut di tingkat Pemerintah Provinsi sebelum dipublikasikan secara luas.
Kunjungan ini diharapkan dapat mendinginkan suasana dan menjadi langkah awal penyelesaian konflik atau kendala pembangunan yang terjadi di wilayah perbatasan Mimika tersebut.
Sementara itu, Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini dalam kunjungan tersebut turut menyoroti akar masalah yang memicu ketegangan di Kapiraya.
Menurutnya, keberadaan aktivitas tambang emas ilegal menjadi pemantik utama konflik antar-kelompok di wilayah tersebut.
Jeremias pun meminta kepada masyarakat setempat agar menahan diri dan tidak lagi terlibat dalam pertikaian dalam bentuk apapun.
Sebagai langkah preventif, Kapolda menginstruksikan personel Brimob Batalyon B Pelopor untuk bersiaga di lokasi.
"Untuk sementara saya akan memerintahkan anggota Brimob untuk stand by dan melakukan pengamanan di sini agar menjaga situasi kondusif serta masyarakat dapat beraktivitas normal tanpa adanya bawa alat perang," tegas Jeremias. (*)
Editor : Weny Firmansyah