Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Penanganan Konflik Kapiraya Segera Memasuki Babak Baru

Wahyu Welerubun • 2026-02-25 17:00:59

Suasana pertemuan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Harmonisasi guna mempercepat penyelesaian konflik sosial di wilayah Kapiraya di Grand Tembaga Hotel, Mimika, Rabu (25/2/2026).
Suasana pertemuan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Harmonisasi guna mempercepat penyelesaian konflik sosial di wilayah Kapiraya di Grand Tembaga Hotel, Mimika, Rabu (25/2/2026).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Harmonisasi guna mempercepat penyelesaian konflik sosial di wilayah Kapiraya. 

 

Pertemuan yang mempertemukan pimpinan dari Kabupaten Deiyai, Dogiyai, dan Mimika ini berlangsung di Grand Tembaga Hotel, Mimika, Rabu (25/2/2026).

 

​Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, serta dihadiri oleh jajaran bupati, Forkopimda dari ketiga kabupaten, serta pemuka adat dari Suku Mee dan Suku Kamoro.

 

​Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa yang dibacakan Marthen Ukago, menegaskan bahwa pendekatan birokrasi bukanlah solusi utama dalam masalah Kapiraya. 

 

Menurut Gubernur, fokus pemerintah saat ini adalah memfasilitasi pengakuan hak ulayat dan sejarah adat yang diwariskan turun-temurun.

 

​"Pemerintah hadir bukan untuk menentukan garis batas dari sudut pandang birokrasi, melainkan memfasilitasi agar masyarakat adat dapat duduk bersama, saling menghormati, dan menyepakati tanda alam serta batas ulayat yang telah ada," ujar Gubernur. 

 

Lebih lanjut, Gubernur berharap koordinasi ini mampu menghasilkan tiga output strategis untuk menjamin kedamaian jangka panjang. 

 

Yang pertama yakni ​Pengakuan Sejarah yang mencakup pemahaman bersama bahwa penyelesaian konflik berbasis pada pengakuan hak ulayat dan sejarah adat.

 

​Kedua, dukungan antar-pemerintah, mencakup komitmen penuh dari Pemkab Deiyai, Dogiyai, dan Mimika untuk mengawal apa pun hasil kesepakatan damai para tokoh adat.

 

Dan yang terakhir adalah ​kemandulian adat dengan menciptakan suasana kondusif agar masyarakat dapat menentukan batas wilayahnya sendiri sesuai tatanan adat yang mereka yakini.

 

​Mengedepankan Dialog Persaudaraan

​Pemprov Papua Tengah juga mengapresiasi keterlibatan aparat keamanan dan tokoh masyarakat yang memilih jalan dialog. 

 

Gubernur menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang merangkul dan menghindari diksi kontroversial guna menjaga semangat persaudaraan selama proses harmonisasi berlangsung.

 

​Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik bagi stabilitas di Kapiraya, memastikan setiap jengkal tanah di wilayah tersebut membawa berkah bagi kesejahteraan anak cucu di masa depan. 

 

(*).

Editor : Lucky Ireeuw
#rakor #Ceposonline.com #Pemprov Papua Tengah #konflik