Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kasus Malaria Naik di Mimika Dalam 3 Tahun Terakhir

Wahyu Welerubun • 2026-02-02 15:44:59
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra saat ditemui, Senin (2/2/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra saat ditemui, Senin (2/2/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mencatat adanya peningkatan kasus malaria dalam tiga tahun terakhir.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra, mengatakan Dinas Kesehatan sendiri telah melakukan evaluasi mengenai hal ini. 

 

Reynold menjelaskan bahwa pada tahun 2025 jumlah orang yang menjalani tes malaria di Kabupaten Mimika meningkat hingga mencapai 1 juta testing dan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2024.

 

Reynold bilang bahwa dari sejuta tes malaria tersebut, angka malaria di Mimika mencapai 188.000, atau meningkat.

 

“Tahun 2025 itu jumlah orang yang ditesting itu mencapai 1 juta, tahun 2024 itu hanya 700.000, tahun 2023 itu hanya 500.000, jadi kenaikannya jika dibandingkan dalam 3 tahun terakhir itu kenaikannya sampai 3 kali,” ujar Reynold saat ditemui, Senin (2/2/1016).

 

“Meskipun meningkat tapi sebenarnya peningkatanya tidak signifikan karena kami sudah memprediksikan kira-kira kasus malaria setiap tahun itu mencapai 150.000 sampai 188.000 maksimal 200.000 tetapi tidak terjadi,” imbuhnya.

 

Kendati demikian, meski jumlah kasus terus mengalami peningkatan namun presentase kasus malaria pada tahun 2025 menurun.

 

Jika di tahun 2024 positivity rate atau presentase kasus malaria mencapai 22 persen, di tahun 2025 turun menjadi 15 persen.

 

“Upaya (menurunkan positivity rate yang dilakukan) adalah dengan melakukan deteksi serta pengobatan, per minggu ini kami mencoba percepatan upaya testing, pengobatan sesuai standar dan pengendalian vektor,” 

 

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika hingga kini terus mengupayakan pengendalian vektor atau mengontrol tempat perindukan nyamuk.

 

Langkah ini kata Reynold telah dilaksanakan sejak tahun lalu dimana pihaknya bekerjasama dengan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI). (*)

Editor : Agung Trihandono
#mimika #malaria #dinas kesehatan