120 Ha Lahan Dilepaskan Secara Adat, Pembangunan Makodam XXIV/MT Ditargetkan Selesai Desember 2027

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 12:26 WIB
Prosesi pelepasan secara adat lahan  seluas 120 hektar yang berada di eks Lahan PT Texmaco, Kampung Urumb, Distrik  Semangga, Merauke, untuk pembangunan Markas Komando Kodam XXIV/Mandala-Trikora, Senin (26/10/2026) 
(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Prosesi pelepasan secara adat lahan  seluas 120 hektar yang berada di eks Lahan PT Texmaco, Kampung Urumb, Distrik  Semangga, Merauke, untuk pembangunan Markas Komando Kodam XXIV/Mandala-Trikora, Senin (26/10/2026)  (CEPOSONLINE.COM/SULO)        

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXIV/Mandala Trikora di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, dijadwalkan mulai berjalan pada Selasa (27/10/2026).

 Pembangunan markas di atas lahan seluas kurang lebih 120 hektare itu ditargetkan sudah berdiri paling lambat Desember 2027.

Pembangunan Mako Kodam XXIV/MT yang berada di Kampung Urum, Distrik Semangga Merauke itu   dapat dilakukan setelah lahan 120 ha tersebut dilakukan pelepasan secara adat berlangsung, Senin (26/10/2026). 

Sebanyak 6  ekor  babi jantan warna hitam ditoki (dibunuh dengan cara kepala dipukul dengan kayu) secara adat yang dihadiri dan disaksikan langsung Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan seorang anggota Majelis Rakyat Papua dari wilayah tersebut.  
 
Pangdam  XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Willem Pelamonia menjelaskan, prosesi adat dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan TNI terhadap adat dan budaya masyarakat Papua sebelum dimulainya pembangunan markas komando.

“Hari ini kita saksikan bersama prosesi adat. TNI sangat menghargai dan menjunjung tinggi adat Papua. Sebelum kita membangun Makodam ini, kita melaksanakan prosesi adat terlebih dahulu. Besok pembangunan sudah mulai beroperasi,” ujarnya.

Menurutnya, penghormatan terhadap adat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik antara TNI dan masyarakat setempat. Dengan demikian, pembangunan fasilitas militer tersebut diharapkan berjalan seiring dengan penghargaan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.
 
Pangdam Frits Pelamonia menjelaskan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Makodam XXIV/Mandala Trikora memiliki luas kurang lebih 120 hektare.

 Terkait status tanah, ia menerangkan bahwa lahan tersebut merupakan bekas lahan PT Texmaco yang menurutnya perusahaan  sebelumnya diberikan izin  sekitar 1996 atau 1998. Namun, hingga masa berlaku izin berakhir, perusahaan disebut tidak merealisasikan kegiatan yang direncanakan di lokasi tersebut.


Ia menjelaskan, lahan itu kemudian ditertibkan dan dikuasai negara karena dinilai terlantar. Selanjutnya, lahan tersebut diberikan kepada TNI untuk pembangunan Makodam XXIV/Mandala Trikora.

“Tanah ini sudah ditertibkan oleh negara. Kita TNI adalah bagian dari negara, dan lahan ini diberikan oleh negara untuk kita bangun,” jelasnya.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, pembangunan Makodam XXIV/Mandala Trikora di Merauke diharapkan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

‘’Ditargetkan  paling lambat Desember 2027 Markas Kodam XXIV/Mandala Trikora diharapkan sudah rampung,’’ jelasnya. 

Sejak  dresmikan bulan Agustus 2025 lalu, Kodam XXIV/Mandala Trikora berkantor sementara di Markas Korem 174/ATW di Tanah Miring.

 Sementara Korem 174/ATW pindah dan menempati sementara Rusun PON XX dekat Stadion Katalpal Merauke.  

 Kehadiran markas komando ini diharapkan memperkuat pelaksanaan tugas TNI di wilayah Papua Selatan sekaligus menjadi bagian dari perkembangan pembangunan di kawasan selatan Papua.

Pelaksanaan prosesi adat sebelum pembangunan dimulai juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya di wilayah tersebut. (*)

Editor : Agung Trihandono
pelepasan adat Merauke Ceposonline.com PAPUA SELATAN