CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk mencari dua warga yang dilaporkan hilang di kawasan hutan area kerja PT BIO, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kedua warga yang hingga kini masih dalam pencarian masing-masing Benyamin Klau (40) dan Nurkholis (40).
Informasi yang diterima Kantor SAR Merauke menyebutkan, peristiwa tersebut bermula pada Jumat (2/10/2026) pagi. Saat itu, Benyamin Klau pergi ke kawasan hutan di area kerja PT BIO untuk berburu. Namun, hingga Minggu (4/10/2026), Benyamin tidak kunjung kembali ke kediamannya.
Melihat Benyamin belum juga pulang, rekannya, Nurkholis, kemudian memutuskan menyusul masuk ke hutan untuk mencari keberadaan Benyamin.
Namun, hingga Minggu malam sekira pukul 22.21 WIT, Nurkholis juga belum kembali. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan pihak keluarga kepada Kantor SAR Merauke.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Merauke berkoordinasi dengan Polsek Ulilin dan Koramil Ulilin. Selanjutnya, satu Tim Rescue yang terdiri dari enam personel diberangkatkan menuju lokasi yang menjadi titik terakhir keberadaan kedua warga atau Last Known Position (LKP).
"Dalam operasi ini, kami melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Kantor SAR Merauke, Polsek Ulilin, Koramil Ulilin, pihak PT BIO, keluarga korban serta masyarakat setempat, " kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rusli, Senin (5/10/2026).
Dikatakan, jarak LKP dari Kantor SAR Merauke diperkirakan mencapai 160,61 kilometer. Tim bergerak melalui jalur darat dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat jam.
Dalam pelaksanaan pencarian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan angin bertiup dari arah timur berkecepatan 10–20 kilometer per jam.
Tim SAR Gabungan akan memaksimalkan koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian. Selain penyisiran secara langsung di kawasan hutan, pencarian juga didukung penggunaan teknologi thermal drone untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di area pencarian.
Operasi SAR akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan perkembangan informasi di lapangan. (*)
Editor : Agung Trihandono