Operasi SAR Speedboat Pulau Mooi Resmi Ditutup, Satu Korban Belum Ditemukan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 08:43 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap warga yang hilang tenggelam di Pulau Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Setelah 7 hari, pencarian tersebut resmi ditutup, Minggu (28/9/2026) 
(CEPOSONLINE.COM/HUMAS SAR MERAUKE)
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap warga yang hilang tenggelam di Pulau Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Setelah 7 hari, pencarian tersebut resmi ditutup, Minggu (28/9/2026) (CEPOSONLINE.COM/HUMAS SAR MERAUKE)

CEPOSONLINE. COM, MERAUKE – Operasi pencarian terhadap korban kecelakaan speedboat yang hilang kontak di Muara Kali Pulau Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Minggu (27/9/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke menghentikan pencarian aktif di lapangan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran selama tujuh hari. 

Dari tiga korban yang dilaporkan hilang, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga kini belum ditemukan.

Dua korban yang berhasil ditemukan yakni Andreas Koboon (24), ditemukan pada 21 September 2026, dan Frederikus Yolmen (23), ditemukan pada 22 September 2026. 

Sedangkan korban atas nama Abelbertus Game Yolmen (14) masih belum ditemukan.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim gabungan menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Kecepatan angin di perairan setempat dilaporkan mencapai 40 kilometer per jam dengan ketinggian gelombang sekitar satu meter.

Keputusan menghentikan pencarian aktif di lapangan diambil setelah rapat evaluasi akhir serta koordinasi bersama keluarga korban. 

Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi atas upaya seluruh tim SAR gabungan selama proses pencarian berlangsung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada keluarga korban serta seluruh unsur SAR yang terlibat, baik KPP Merauke, Pos SAR Okaba, Satpolairud Polres Merauke, Koramil Waan, Polsek Kimaam, Polsek Okaba maupun masyarakat nelayan setempat,” kata Rudi, Senin (28/9/2026).

Rudi menjelaskan, meski operasi pencarian telah dihentikan, armada Basarnas Merauke saat ini masih berlindung di Muara Safan karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan untuk kembali ke Merauke.

“Saat ini armada kami masih berlindung di Muara Safan dan belum dapat kembali ke dermaga Merauke karena cuaca kurang bersahabat,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila kondisi cuaca telah membaik, armada SAR akan segera bertolak kembali menuju Merauke.

“Jika cuaca membaik maka armada kami akan bertolak kembali ke Merauke,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
Merauke sar Ceposonline.com