Tiga Nelayan Hilang Kontak di Muara Kali Mooi, Basarnas Kerahkan Tim SAR

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:16 WIB
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi
(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Tiga nelayan dilaporkan hilang kontak saat mengecek jaring ikan di sekitar Muara Kali Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

 Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke menggelar operasi SAR untuk mencari ketiga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Rudi mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekira pukul 05.30 WIT.

 Ketiga korban berangkat menggunakan speedboat untuk mengecek jaring ikan di sekitar muara.

Namun, hingga sore dan malam hari, ketiganya tidak kunjung kembali. Masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian secara mandiri selama dua hari, mulai dari Pulau Mooi, Kampung Konorau hingga wilayah Distrik Waan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Laporan mengenai hilangnya ketiga nelayan tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke dari Polsek Kimaam pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 13.58 WIT.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR Gabungan diberangkatkan dari Pos SAR Okaba dan Kantor SAR Merauke pada pukul 14.18 WIT menuju lokasi terakhir diketahui atau Last Known Position (LKP).

Jarak lokasi kejadian diperkirakan sekitar 240 kilometer dengan arah 273,31 derajat atau ke arah barat dari Kantor SAR Merauke. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 jam melalui jalur laut.

Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.18 WIT.

Ketiga nelayan yang masih dalam pencarian masing-masing Frederikus Yolmen (23), warga Dusun Mooi; Andreas Koboon (24), warga Dusun Konorau; serta Abelbertus Game Yolmen (14), warga Kampung Konorau.

Dalam operasi tersebut, Basarnas menyiagakan sejumlah alat utama dan peralatan pendukung. Di antaranya satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), satu unit Sea Reader, satu unit Rescuer Car D-Max dan satu unit Rescuer Car L-200.

Selain itu, tim membawa peralatan komunikasi berupa satu unit Manpack Starlink, satu unit telepon satelit, dua unit Handy Talkie (HT), dua unit GPS serta perlengkapan pendukung keselamatan di perairan.

Operasi SAR melibatkan unsur Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan Okaba, Satpolairud Polres Merauke, Polsek Okaba, Polsek Kimaam serta masyarakat setempat.


Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah tenggara menuju selatan dengan kecepatan sekitar 16 hingga 27 kilometer per jam.

Tim SAR Gabungan terus melakukan koordinasi dengan unsur TNI/Polri, pemerintah setempat dan keluarga korban untuk memantau perkembangan pencarian.

Basarnas juga mengimbau seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian untuk tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan operasi di wilayah perairan.(*)

Editor : Agung Trihandono
Merauke sar Ceposonline.com