Trafik Pelabuhan Merauke Tumbuh di Atas 10 Persen, Pengembangan Disiapkan Antisipasi Lonjakan Kargo

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB
Muhammad Rasul Irmadani
(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Muhammad Rasul Irmadani (CEPOSONLINE.COM/SULO) 
 
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pengembangan Pelabuhan Merauke terus dipersiapkan seiring meningkatnya aktivitas dan trafik angkutan barang.

 Saat ini, pengembangan pelabuhan masih dalam tahap penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang akan menjadi dasar pengembangan jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

General Manager (GM) Pelindo IV Merauke Muhammad Rasul Irmadani  menyebutkan, untuk jangka pendek, pengembangan akan diarahkan pada revitalisasi dan perbaikan lapangan di dalam kawasan pelabuhan yang saat ini dinilai masih sangat terbatas.

“Untuk pengembangan Pelabuhan Merauke ini masih dalam tahap penyusunan RIP, Rencana Induk Pelabuhan. Itu sebagai dasar untuk menetapkan bagaimana pengembangan jangka pendek, menengah dan panjang,” kata Muhammad Rasul Irmadani, Senin (14/9/2026).

Ia menjelaskan, selain pembenahan fasilitas internal, pihaknya juga mendorong keterlibatan para pemangku kepentingan dan pihak eksternal untuk bersama-sama mendukung pengembangan pelabuhan.

Hal tersebut dinilai penting mengingat Pelabuhan Merauke berada dalam kawasan yang terdampak peningkatan aktivitas akibat adanya Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurutnya, peningkatan trafik di Pelabuhan Merauke saat ini sudah cukup signifikan, dengan pertumbuhan rata-rata di atas 10 persen.

“Memang sampai tahap sekarang ini peningkatan trafik itu sangat signifikan, rata-rata di atas 10 persen. Alhamdulillah masih bisa ter-handle,” katanya.

Namun, peningkatan aktivitas tersebut perlu diantisipasi sejak dini, khususnya ketika proyek-proyek strategis mulai memasuki tahap produksi. Sebab, selain arus barang masuk, akan terdapat muatan balik yang juga berpotensi meningkatkan aktivitas pelabuhan.

“Kalau nanti sudah berproduksi, tentunya muatan balik juga melalui pelabuhan. Makanya memang kita harus melakukan persiapan-persiapan untuk mengantisipasi hal tersebut,” jelasnya.

Dalam mengantisipasi lonjakan arus kargo, menurutnya, pemerintah daerah juga tengah mencari sejumlah alternatif, terutama untuk mengatasi keterbatasan ruang di dalam kawasan pelabuhan.

Salah satu persoalan yang dihadapi saat ini adalah kegiatan penumpukan atau penyimpanan kontainer yang masih dilakukan di dalam kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut membuat ruang operasional menjadi semakin terbatas.
“Idealnya itu kontainer dapat keluar,” ujarnya.


Karena itu, pemerintah daerah disebut telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi di luar kawasan pelabuhan. Salah satunya adalah pemanfaatan lahan di kawasan Pelabuhan Perikanan yang nantinya dapat dikerjasamakan dengan pihak pelayaran maupun pihak lain yang ingin membangun depot atau tempat penampungan barang.


Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan di dalam kawasan pelabuhan sekaligus mempercepat proses keluar-masuk barang.

Terkait antrean kapal, pihak Muhammad Rasul  menyebutkan kondisinya masih dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pasang surut air laut dan kondisi lapangan.
“Sampai saat ini masih berjalan normal,” katanya.

Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan mengingat ke depan akan memasuki periode peningkatan aktivitas angkutan, mulai dari Natal dan Tahun Baru yang kemudian berlanjut dengan angkutan Lebaran.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, pengelola pelabuhan mempersiapkan sejumlah aspek, mulai dari kesiapan peralatan, sumber daya manusia (SDM), hingga meningkatkan koordinasi dengan pemilik barang.

Pemilik barang juga didorong agar lebih cepat mengeluarkan barang dari kawasan pelabuhan setelah proses bongkar dilakukan.

“Kami persiapan-persiapan mengantisipasi itu tentunya dengan kesiapan alat, kesiapan SDM dan koordinasi-koordinasi dengan pemilik barang agar lebih intens dan cepat mengeluarkan barangnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
kargo Merauke Ceposonline.com PAPUA SELATAN