Atlet Papsel Perlu Disiapkan Hadapi Pra-PON dan PON

Yulius Sulo • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:41 WIB

Dominikus Anggawen

(CEPOSONLINE.COM/SULO)  

Dominikus Anggawen (CEPOSONLINE.COM/SULO)  

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf) Papua Selatan mulai mempersiapkan dukungan terhadap pelaksanaan Pra-PON hingga PON melalui koordinasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Selatan.

 

Plt. Kepala Disporapar Ekraf Papua Selatan Dominikus Anggawen mengatakan, meski persiapan atlet dan cabang olahraga menjadi tugas KONI, pihaknya tetap memiliki peran dalam memberikan dukungan, khususnya dari sisi penganggaran dan fasilitasi program.

 

Ia mengatakan, dinas yang dipimpinnya memiliki empat bidang utama, yakni kepemudaan, olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam menjalankan tugas tersebut, pihaknya akan melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya.

 

Menurutnya, untuk menghadapi Pra-PON maupun PON, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KONI, terutama dalam menentukan cabang olahraga dan atlet yang akan dipersiapkan.

 

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pihak KONI untuk persiapan pelaksanaan Pra-PON maupun PON. Kami perlu mendapatkan data terkait cabang olahraga dan atlet, sehingga ada gambaran untuk kami dalam menyiapkan anggaran ke depannya,” ujarnya.

 

Dikatakan anggaran masih menjadi soal. “Terkait anggaran, kami akan mengupayakan sebisa mungkin sesuai dengan anggaran yang disiapkan atau diberikan kepada kami, mulai dari Pra-PON sampai dengan PON,” katanya.

 

Selain bidang olahraga, Disporapar Ekraf Papua Selatan juga akan memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi wisata berbasis sejarah dan budaya yang ada di wilayah Papua Selatan.

 

Menurutnya, sejumlah situs sejarah dan budaya dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, khususnya wisata sejarah. 

 

Pengembangan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata sekaligus menjaga keberadaan situs-situs bersejarah.

 

 

“Kalau memang ada situs sejarah yang ada di sana, itu bisa didesain sebagai wisata, dalam hal ini wisata sejarah. Namun, lebih cenderung masuk pada sektor budaya,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, pengembangan potensi wisata sejarah dan budaya membutuhkan dukungan serta keterlibatan pemerintah agar dapat dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Sumber : ceposonline.com, merauke
Merauke Ceposonline.com