CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Selatan terus mendorong pengembangan sepak bola usia dini melalui program FIFA 4 School.
Program yang merupakan bagian dari program FIFA tersebut diwujudkan melalui pembagian bola kepada sekolah-sekolah, khususnya jenjang sekolah dasar (SD) di wilayah Papua Selatan.
Sekretaris Umum Asprov PSSI Papua Selatan, Arnold Rudolf menyebut program FIFA 4 School telah dijalankan sejak tahun lalu.
Pada pelaksanaan sebelumnya, sebanyak 500 bola disalurkan kepada sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP, serta sejumlah klub sepak bola.
“Program dari FIFA ini namanya FIFA 4 School. Kami sudah menjalankannya sejak tahun lalu. Tahun lalu sebanyak 500 bola kami serahkan dan distribusikan ke sekolah-sekolah, baik SMP, SD, bahkan ke klub,” ujar Arnold kepada media ini disela-sela penyerahan bola itu kepada salah satu SD di Merauke, Jumat (21/8/2026).
Sementara pada tahun ini, program tersebut kembali dilaksanakan dengan fokus utama menyasar sekolah dasar.
Sebanyak 500 bola telah disiapkan dan mulai didistribusikan kepada sekolah-sekolah di sejumlah kabupaten di Papua Selatan, termasuk Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Mappi.
Dalam penyalurannya, setiap sekolah mendapatkan bantuan bola dalam jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagian sekolah menerima 5 bola, sementara sekolah lainnya mendapatkan hingga 10 bola.
Menurutnya, pembagian bola tersebut tidak sekadar memberikan fasilitas olahraga kepada sekolah, tetapi juga menjadi upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap sepak bola sejak usia dini.
“Harapan kami, dengan bantuan bola ini bisa merangsang anak-anak, khususnya usia sekolah, untuk mencintai dan mengembangkan olahraga sepak bola mulai dari tingkat sekolah dasar,” katanya.
Ia menjelaskan, minat yang tumbuh sejak usia dini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan mereka secara lebih serius.
Setelah minat dan bakat mulai terlihat, anak-anak tersebut diharapkan dapat melanjutkan pembinaan melalui sekolah sepak bola (SSB) maupun wadah pembinaan usia dini lainnya.
“Setelah minatnya tumbuh, mereka bisa masuk ke sekolah-sekolah sepak bola untuk mengembangkan minat dan bakatnya di dunia sepak bola,” ujarnya.
Asprov PSSI Papua Selatan berharap program FIFA 4 School dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh wilayah Papua Selatan, sehingga pembinaan sepak bola usia dini dapat dilakukan secara lebih merata.
Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam menemukan dan membina talenta-talenta muda Papua Selatan yang nantinya dapat berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.(*)