CEPOSONLINE.COM,MERAUKE-Stasiun Klimatologi Papua Selatan mengimbau pemerintah daerah, khususnya instansi teknis terkait, segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat musim kemarau yang tengah melanda Kabupaten Merauke.
Forecaster Stasiun Klimatologi Papua Selatan, Andiani, mengatakan kondisi cuaca saat ini menunjukkan curah hujan yang sangat rendah.
Bahkan, dalam sekitar 10 hari terakhir, sebagian besar wilayah Merauke hampir tidak diguyur hujan sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman padi yang sedang dibudidayakan petani.
"Memang saat ini kita berada pada musim kemarau dengan curah hujan yang sangat sedikit. Bahkan dalam 10 hari terakhir hampir tidak ada hujan”
“Kalau kondisi ini tidak diantisipasi melalui langkah-langkah mitigasi, maka sebagian besar tanaman padi berpotensi mengalami kekeringan hingga gagal panen," ujar Andiani saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).
Menurut Andiani, keberhasilan musim tanam saat ini salah satunya bergantung pada upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah bersama instansi teknis, terutama dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Selain pengelolaan irigasi, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendorong petani menanam varietas padi maupun komoditas pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi kering dan tidak membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
"Mitigasi dapat dilakukan, salah satunya dengan memilih tanaman atau varietas padi yang lebih tahan terhadap panas dan tidak membutuhkan banyak air," katanya.
Ia menjelaskan, Stasiun Klimatologi Papua Selatan secara rutin menyampaikan informasi prakiraan iklim dasarian melalui sosial media dan sarana komunikasi lainnya milik Stasiun Klimatologi Papua Selatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan sektor pertanian.
Namun demikian, keputusan mengenai pelaksanaan musim tanam maupun rekomendasi kepada petani sepenuhnya menjadi kewenangan instansi teknis dengan mempertimbangkan informasi cuaca yang telah diberikan.
"Kami secara berkelanjutan menyampaikan informasi cuaca kepada dinas terkait. Data dan prakiraan cuaca itu menjadi bahan pertimbangan, sedangkan keputusan apakah petani dapat menanam atau tidak berada pada instansi yang berwenang," jelasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa