Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Sekda Papua Selatan: Generasi Muda Kunci Harmoni Pembangunan dan Penjaga Hak Ulayat

Yulius Sulo • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:12 WIB
Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu saat membuka seminar nasional Komite Pemuda Papua Selatan (KPPS) di Merauke, Rabu (15/7/2026) 

(CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu saat membuka seminar nasional Komite Pemuda Papua Selatan (KPPS) di Merauke, Rabu (15/7/2026)  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu menegaskan, generasi muda memegang peran penting dalam menjaga harmoni pembangunan, melindungi hak ulayat, dan mengawal Program Strategis Nasional (PSN) agar berjalan secara berkeadilan di Papua Selatan.

Hal itu disampaikan saat membuka Seminar Nasional yang diselenggarakan Komite Pemuda Papua Selatan. Sekda hadir mewakili Gubernur Papua Selatan yang berhalangan karena menerima kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

"Pak Gubernur menugaskan saya untuk membuka kegiatan ini. Masa depan Papua Selatan ada di tangan generasi muda, bukan lagi kami yang sudah mendekati masa purna tugas," ujarnya.

Seminar mengusung tema "Membangun Harmoni antara Hak Ulayat, Ketahanan Pangan, dan Kesejahteraan Masyarakat Adat" dengan subtema "Peran Generasi Muda Papua Selatan dalam Mengawal Pembangunan Berkeadilan di Era Transformasi Ekonomi dan Program Strategis Nasional."

Menurut Sekda, membangun harmoni berarti memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun budaya.

"Papua Selatan ibarat pelangi yang memiliki banyak warna. Begitu juga masyarakatnya yang terdiri dari berbagai suku, baik suku-suku asli Papua maupun masyarakat dari berbagai daerah yang hidup berdampingan. Semua harus saling bergandengan tangan membangun Papua Selatan," katanya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Merauke telah lama menjadi daerah andalan sektor pertanian, bahkan sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto dan sebelumnya pada era kolonial Belanda melalui program transmigrasi. Potensi tersebut kini menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Namun demikian, Sekda mengingatkan bahwa pembangunan pertanian harus tetap menghormati hak ulayat masyarakat adat.

"Bagi masyarakat adat Papua, tanah bukan sekadar aset ekonomi, tetapi warisan leluhur dan sumber kehidupan. Karena itu pembangunan harus tetap menghargai hak-hak masyarakat adat," tegasnya.

Menurutnya, transformasi pembangunan yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Papua. Dari kehidupan yang sangat bergantung pada alam, kini masyarakat dihadapkan pada perkembangan teknologi dan pembangunan berskala besar.

Karena itu, generasi muda diharapkan menjadi jembatan yang mampu menyelaraskan pembangunan modern dengan pelestarian nilai-nilai adat dan budaya.

Ia juga mengajak Komite Pemuda Papua Selatan untuk menjadi ruang diskusi dan kolaborasi dalam mengawal pembangunan yang inklusif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Papua Selatan.

"Melalui seminar ini saya berharap lahir gagasan-gagasan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan, perlindungan hak ulayat, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat di Papua Selatan," pungkasnya.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
Ceposonline.com Merauke Papua Selatan