Pelajar SD dan SMP di Merauke Antusias Ikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional
Yulius Sulo• Kamis, 7 Mei 2026 | 13:47 WIB
Salah satu peserta saat tampil pada lomba pantomim pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siuswa Nasional (FLS3N) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Senin (7/5/2026).(Sulo/Ceposonline.com)
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Merauke antusias mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, di Hotel Halogen Merauke, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini merupakan hari pertama pelaksanaan lomba setelah sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, S.STP, M.Si, mengatakan FLS3N tahun ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah tingkat SD dan SMP di Merauke.
“Sebanyak 97 siswa bertarung dari 27 SD dan 17 SMP dalam berbagai cabang lomba,” ujarnya.
Mantan Lurah Samkai ini menjelaskan, terdapat 18 mata lomba yang dipertandingkan dalam ajang tersebut, di antaranya gambar bercerita, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, pantomim, gambar ilustrasi, tari kreasi, kreativitas musik tradisional, baca puisi, dan cipta lagu.
Dijelaskan, sekolah-sekolah yang mengikuti lomba FLS3N tersebut umumnya sekolah yang ada di sekitaran Kota Merauke karena masalah transportasi. Namun dia mengharapkan, untuk tahun-tahun mendatang sekolah-sekolah yang ada di pinggiran kota juga berani tampil untuk mengasa bakat dan kemampuan mereka lewat seni dan sastra yang dilombakan.
‘’Ajang ini selain untuk mempererat tali persaudaraan juga untuk menguji kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing anak,’’ katanya.
Karena dari setiap mata lomba tersebut nantinya akan dipilih yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Merauke ada lomba yang sama tingkat Provinsi Papua Selatan.
Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze saat membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya menjadikan aturan dan kesepakatan sebagai pedoman bersama dalam setiap pelaksanaan lomba.
Menurutnya, FLS3N menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus menemukan bibit-bibit unggul di bidang seni dan sastra.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulus bagi sekolah dan peserta didik untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan mereka secara optimal di masa mendatang.
“Di sini kita juga memberikan stimulasi dan dorongan kepada sekolah maupun siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya secara baik dan luar biasa,” pungkasnya. (*)