Timika, 11/5 (ANTARA) - Sebanyak enam gubernur se-Tanah Papua berkumpul di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin, untuk membahas arah pembangunan Papua ke depan dan implementasi otonomi khusus (otsus).
Gubernur Papua Tengah yang juga Ketua Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua Meki Frits Nawipa mengatakan kegiatan bertajuk "Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua" yang diselenggarakan selama dua hari hingga Selasa (12/5)itu, dihadiri enam gubernur dan seluruh bupati/wali kota se-Tanah Papua.
"Kita harus bersyukur karena pemerintah memberikan kita dana otsus untuk enam provinsi dan kita bisa menjadi gubernur di negeri kita masing-masing untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua," kata Meki Nawipa dalam sambutannya.
Enam gubernur yang hadir dalam kegiatan itu, yakni Gubernur Papua Mathius Fakhiri, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, dan Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa selaku tuan rumah.
Menurut Nawipa, Otsus Papua sudah hadir cukup lama, yaitu selama 26 tahun sejak tahun 2000.
Ia berharap forum tersebut menjadi ruang konsolidasi besar seluruh kepala daerah di Papua untuk menyatukan arah, komitmen dan langkah agar pembangunan Papua ke depan menjadi lebih baik dan masyarakatnya bisa lebih maju dan sejahtera.
"Kita harus jujur mengakui bahwa implementasi otsus di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan dan itu tidak mudah. Forum ini sangat penting.
Kita harus memastikan bahwa dana otsus lahir dalam bentuk pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang mengubah keterisolasian dan menghambat ekonomi rakyat Papua," katanya.
Mantan Bupati Paniai itu mengapresiasi dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan alokasi dana otsus Papua tahun 2026.
Oleh karena itu, Meki Nawipa mengajak seluruh kepala daerah di Papua agar memastikan setiap rupiah dana otsus yang dikucurkan pemerintah pusat harus dialokasikan untuk memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat Papua.
"Jangan sampai Papua hanya kaya sumber daya alamnya, sementara rakyatnya tertinggal. Itu yang terjadi selama ini," kata Nawipa.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah Silwanus Sumule selaku Ketua Panitia dalam laporannya menjelaskan kegiatan rakor para kepala daerah se-Papua itu juga menghadirkan kementerian dan lembaga, gubernur, DPRP, MRP serta para pemangku kebijakan strategis untuk membahas arah pembangunan Papua ke depan.
Silwanus mengatakan alokasi dana otsus Papua pada 2026 mencapai Rp12,69 triliun yang dibagi untuk enam provinsi.
"Asosiasi kepala daerah se-Tanah Papua memandang perlu adanya forum bersama yang tidak hanya membahas aspek kebijakan, tetapi juga memastikan penguatan koordinasi antarpemerintah dan penguatan tata kelola dana otsus secara akuntabel," ujarnya.
Hari pertama forum difokuskan pada pertemuan tingkat pimpinan yang membahas implementasi otsus Papua setelah lahirnya UU Nomor 2 Tahun 2021, grand design pembangunan Papua, hingga evaluasi kebijakan pembangunan Papua.
Sementara hari kedua difokuskan pada pembahasan teknis bersama perangkat daerah dari enam provinsi dan 42 kabupaten/kota di Tanah Papua, khususnya terkait optimalisasi implementasi kebijakan dana otsus, konsistensi perencanaan dan penganggaran, penguatan monitoring dan evaluasi, serta tata kelola dana otsus.
(Oleh Marselinus Nara)
Editor : Lucky Ireeuw