Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Di Kepulauan Mapia, Satgas PAM Pulau Terluar Juga Bina Teritorial

Administrator • 2019-02-20 01:05:22
Photo
Photo
BIAK-Satuan Tugas (Satgas) pengamanan pulau terluar di wilayah Kepulauan Mapia selama ini nampaknya terlibat langsung dalam berbagai kegiatan teritorial di wilayah dimana mereka bertugas. Misalnya saja, ikut membantu dan bersama masyarakat dalam kegiatan pembangunan rumah warga, melakukan korvei  dan sejumlah kegiatan lainnya yang dilakukan bersama masyarakat.

Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Bahman selaku Dankolakops Satgas pengamanan pulau terluar mengatakan, berbagai kegiatan-kegiatan bina teretorial di wilayah kepulauan terluar juga menjadi perhatian serius prajurit yang bergabung dalam Satgas.

“Prajurit kami memang tugas utamanya di pulau terluar adalah menjaga kedaulatan wilayah NKRI dari berbagai ancaman, termasuk menjaga supaya kekayaan laut kita tidak dirampok oleh orang asing. Namun, mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan teretorial di sana, intinya prajurit terlibat langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos di Aula Graha Korem 173/PVB.

Secara keseluruhan anggota Satgas pengamanan pulau terluar berjumlah 20 prajurit, 10 orang anggota dari TNI AD dan 10 lainnya dari marinir TNI AL. Selama kurang lebih 9 bulan, Satgas itu dirolling dengan anggota baru dengan tujuan tidak jenuh di wilayah pulau terluar itu. Di Kepulauan Mapia prajurit TNI itu menempati Pulau Brasi dan Fanildo.

Perjalanan dari Pelabuhan Biak ke Kepulauan Mapia jika menggunakan kapal perintis atau KRI dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 18 jam. “Letak Kepulauan Mapia memang cukup terpencil, untuk kesana memang tidak bisa menggunakan kapal-kapal kecil karena ditempuh kurang lebih 18 jam, belum lagi cuaca yang tak menentu dan letak wilayah ini langsung berhadapan dengan samudera fasifik,” pungkasnya.(itb/tri)

 

  Editor : Administrator