Kendati terkenal tangguh dan tahan cuaca panas, tidak sedikit pencinta tanaman hias mengeluhkan bougenville di halaman rumah mereka yang hanya subur daun hijaunya, namun enggan memunculkan kuntum bunga.
Seperti dilansir radarsolo.com, kunci utama merangsang pembungaan bougenville secara serentak bukan sekadar menyiramnya setiap hari. Justru dengan perlakuan khusus, yakni dibikin stresss air, bisa merangsang bunga merekah dan rimbun.
Selain itu, tanaman hias ini memerlukan perlakuan khusus berupa kombinasi manipulasi iklim mikro serta takaran nutrisi yang seimbang.
Pemberian pupuk yang pas dengan rasio terukur terbukti menjadi rahasia di balik tajuk bunga kertas yang mekar lebat dan menutup dedaunannya secara memukau.
Berikut tips dan rahasia pemberian pupuk bougenville agar bunga rimbun, dirangkum dari YouTube Al Baya Bonsai:
1. Tahap Awal: Terapkan Teknik 'Stres Air' Sebelum Pemupukan
Sebelum menyiramkan larutan nutrisi, bougenville perlu diberi sinyal alami untuk segera beralih dari fase vegetatif (pertumbuhan batang dan daun) ke fase generatif (pembungaan).
Caranya adalah melalui metode stres air:
- Puasa Siram 4–5 Hari:
Hentikan pemberian air sama sekali selama empat hingga lima hari. Biarkan media tanam benar-benar kering hingga daun-daun tuanya tampak layu atau sedikit menguning.
Kondisi kekeringan ini memicu naluri bertahan hidup tanaman untuk segera bereproduksi melalui pembungaan.
- Cermati Fase Kesiapan Tanaman:
Pemupukan paling ideal diaplikasikan saat cabang serta daun tanaman sudah cukup tua (berwarna hijau gelap), dan mulai terlihat titik calon kuncup bunga pertama di ketiak daun.
2. Pilihan Pupuk Terbaik: Mengapa NPK Mutiara 16-16-16?
Jenis pupuk kimia majemuk yang sangat dianjurkan untuk program pembungaan ini adalah NPK Mutiara 16-16-16.
Formula berimbang ini menyuplai tiga unsur hara esensial yang saling melengkapi:
Fosfat: Berperan sentral dalam menginisiasi pembentukan primordia bunga dan memperbanyak jumlah kuntum.
Kalium: Memperkuat jaringan tangkai agar kelopak bunga tidak mudah rontok tersapu angin atau air hujan, sekaligus mengokohkan perakaran.
Nitrogen: Tetap menjaga kesegaran sel-sel vegetatif pendukung tanpa memicu pertumbuhan daun baru yang berlebihan.
3. Panduan Dosis dan Takaran Larutan yang Pas
Aplikasi pupuk kimia menuntut ketepatan dosis. Jika takaran terlalu sedikit, stimulasi bunga tidak akan optimal.
Sebaliknya, konsentrasi yang terlalu pekat berisiko menimbulkan gejala pupuk bakar (fertilizer burn) yang membuat daun mengering dan gosong.
Sesuaikan takaran larutan kocor dengan postur tanaman:
- Tanaman Sedang
Karakteristik Fisik: Tajuk kecil dan daun belum terlalu lebat.
Takaran NPK Mutiara: 1 sendok makan.
Volume Air Bersih: 1,5 liter air.
- Tanaman Rimbun
Karakteristik Fisik: Tajuk rimbun, cabang sudah tua, dan siap diprogram untuk pembungaan massal.
Takaran NPK Mutiara: 3 sendok makan.
Volume Air Bersih: 3 liter air.
4. Langkah-Langkah Aplikasi Pengocoran ke Media Tanam
Agar penyerapan nutrisi berlangsung cepat tanpa merusak perakaran, ikuti tata cara pengaplikasian berikut:
- Gemburkan Media Tanam:
Ketuk perlahan bagian dinding luar pot atau tusuk-tusuk ringan permukaan media tanam dengan bilah kayu. Tujuannya merenggangkan tanah yang memadat agar pori-pori aerasi terbuka kembali.
- Larutkan Pupuk hingga Tuntas:
Masukkan butiran NPK Mutiara ke dalam ember berisi air sesuai dosis panduan di atas. Aduk hingga butiran biru/kehijauan tersebut benar-benar larut sempurna dan tidak menyisakan endapan di dasar wadah.
- Siramkan Merata:
Siramkan larutan pupuk secara melingkar di sekeliling pangkal batang tanaman. Pastikan larutan meresap ke dalam media tanpa meluber keluar dari permukaan pot secara berlebihan.
5. Estimasi Waktu Mekar
Setelah proses pemupukan selesai, kembalikan pot tanaman ke area terbuka yang terpapar sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam sehari.
Bougenville merupakan tanaman pencinta panas (full sun), sehingga sinar matahari langsung akan mempercepat fotosintesis nutrisi yang telah diserap.
Dalam rentang waktu 7 hingga 15 hari pasca-pengocoran pupuk, tunas-tunas bunga baru akan mulai bermunculan serentak di ujung ranting.
Hasilnya, tanaman bunga kertas Anda akan bertransformasi menjadi kubah bunga yang padat, rimbun, berbatang kokoh, serta memiliki daya tahan mekar yang jauh lebih lama. (*)
Editor : AdminDua