Kasatreskrim Tegaskan Operasi Judi Togel Merupakan Atensi Kepolisian

Karolus Daot • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 13:19 WIB
AKP Alamsyah Ali Kasatreskrim Polresta Jayapura Kota(CEPOSONLINE.COM/KAREL)
AKP Alamsyah Ali Kasatreskrim Polresta Jayapura Kota(CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, Alamsyah Ali, menegaskan bahwa operasi pemberantasan judi togel di Kota Jayapura dilakukan atas atensi aparat kepolisian sendiri, bukan karena desakan pihak luar.

Penegasan itu disampaikan menanggapi anggapan publik yang menilai operasi tersebut baru dilakukan setelah pemerintah kota berencana turun ke lapangan. 

"Penangkapan para pelaku penjualan togel di Pasar Mama Papua tidak ada kaitannya dengan rencana Satpol PP maupun Pemerintah Kota Jayapura. Rencana razia itu juga tidak ditindaklanjuti," tegas Alamsyah, Saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (26/10/2026)

Alamsyah menjelaskan, perjudian merupakan tindak pidana sehingga penanganannya berada pada ranah kepolisian. Satpol PP, kata dia, hanya berstatus Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berwenang menegakkan peraturan daerah, dalam hal ini peraturan daerah tingkat kota.

"Siapa pun aparat penegak hukum bisa menindaklanjuti. Tetapi kalau Satpol PP yang menangkap, perkaranya harus dilimpahkan kepada penyidik Polri," ujarnya.

Ia menyebut langkah yang diambil jajarannya merupakan komitmen Polri, khususnya Polresta Jayapura Kota, atas dasar aduan dan keresahan masyarakat serta perintah undang-undang.

 Dalam operasi itu, polisi membubarkan aktivitas perjudian sekaligus melakukan penangkapan.

Dari penangkapan tersebut, tiga orang diproses hukum dan kini ditahan di Rutan Mapolresta Jayapura Kota. Ketiganya telah menjalani pemeriksaan penyidik.

Dua tersangka berperan sebagai penjual, dan menurut keterangan mereka, satu di antaranya melarikan diri. Satu tersangka lainnya berperan sebagai bandar yang mengumpulkan uang taruhan secara mandiri melalui sistem daring. Dua tersangka lain hanya membantu penjualan togel.

Alamsyah mengakui petugas menghadapi kendala di lapangan. Saat penggerebekan dan penangkapan, sejumlah warga menghalangi aparat. Menurutnya, togel sudah berbaur dengan kehidupan masyarakat.

 "Kurangnya wawasan membuat sebagian warga menganggap togel menguntungkan atau sebagai tambahan penghasilan. Padahal itu salah dan melanggar hukum. Kalau mereka sadar, lebih banyak uang yang hilang daripada yang dimenangkan," katanya.

Ia menambahkan, pemain togel umumnya berasal dari kalangan menengah ke bawah, sementara dari golongan menengah ke atas sangat jarang ditemui.

Untuk mempersempit ruang gerak perjudian, unit kepolisian telah memetakan daerah-daerah yang rawan praktik judi, terutama yang meresahkan warga.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dan ikut berperan aktif. "Kami butuh bantuan dan peran serta masyarakat agar dapat menekan maraknya perjudian di Kota Jayapura," pungkas Alamsyah. (*)

Editor : Agung Trihandono
judi TOGEL Ceposonline.com Polresta Jayapura Kota