CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Ketua RW 004 Kelurahan Hedam, Maichel F. Kareth mengungkapkan bahwa penanganan banjir selama ini kurang efektif karena setiap instansi berjalan sendiri-sendiri sesuai ego sektoral dan batas kewenangan masing-masing.
"Seperti yang kita lihat, Dinas PU Provinsi baru melakukan pengerukan sedimen, tapi hasilnya tetap sama saja. Di sana Balai Wilayah Sungai (BWS) juga ada pengerjaan, tapi kondisi air masih begini. Pihak RSUP Papua juga penanganan banjirnya hanya terbatas di area lingkup rumah sakit saja. Kalau masing-masing pihak hanya mengerjakan apa yang menjadi kewenangannya sendiri-sendiri, masalah ini tidak akan pernah selesai," tegasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta seluruh instansi teknis terkait untuk duduk satu meja bersama perwakilan masyarakat guna menyusun langkah taktis penanggulangan banjir yang berkelanjutan.
Selaku Ketua RW ia berharap agar ada penanganan banjir secara komprehensif yang melibatkan banyak pihak, mulai dari PU Provinsi, PU Kota, Balai Wilayah Sungai, pihak RSUP Papua, hingga kami warga masyarakat.
"Jika semua pihak duduk sama-sama menyusun penanganan banjir yang komprehensif dan mencari solusi bersama, saya yakin masalah banjir ini pasti bisa diatasi," pungkas Maichel. (*)
debit air mulai melonjak secara drastis sejak Senin malam usai hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
"Dari malam sekitar jam 10.00 hingga 11.00 WIT itu sudah hujan deras. Sempat surut sekitar pukul 00.30 WIT, tetapi karena hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, air tergenang lagi seperti ini," ungkap Maichel saat ditemui di lokasi, Selasa (22/9/2026).
Maichel membeberkan, khusus di wilayah RW 004 saja, terdapat tiga rukun tetangga yang terdampak parah akibat luapan air. Diantaranya RT 1, RT 2, dan RT 3, dengan jumlah warga yang terdampak di kisaran kurang lebih 100 Kepala Keluarga (KK).
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi banjir Perumahan Organda, terlihat genangan air berwarna kecokelatan merendam seluruh akses jalan lingkungan perumahan hingga setinggi lutut hingga paha orang dewasa.
Tampak sejumlah warga berjibaku menerobos genangan air, sementara sebagian lainnya memanfaatkan bantuan perahu karet oranye untuk mobilitas keluar masuk perumahan maupun mengevakuasi diri.
Terlihat pula beberapa warga berupaya menyelamatkan kendaraan roda dua mereka dengan cara mendorongnya di tengah genangan air yang merendam badan jalan.
Atas respons cepat jajaran pemerintah dan aparat dalam membantu proses evakuasi warga di lokasi, Maichel menyampaikan apresiasi mendalam.
"Pertama, saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua lewat BPBD, serta Ibu Kepala Distrik yang telah langsung turun ke lapangan meninjau situasi dan memberikan bantuan konkret berupa perahu karet, baik yang besar maupun yang kecil, untuk mobilitas warga yang hendak beraktivitas keluar dari perumahan," tutur Ketua RW.
Terkait kebutuhan mendesak saat ini, Maichel menyebutkan pasokan logistik menjadi hal yang paling krusial karena warga tak dapat beraktivitas di dapur.
"Sebenarnya yang warga harapkan saat ini memang bantuan makanan siap saji, karena banyak rumah warga yang terdampak air sehingga tidak bisa memasak," katanya.
Kendati demikian, Maichel menegaskan bahwa bantuan pangan hanyalah penanganan jangka pendek. Hal yang paling mendasar dan sangat dibutuhkan masyarakat adalah penyelesaian masalah banjir secara permanen melalui koordinasi yang terintegrasi. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser