CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Persoalan banjir di Perumahan Organda menjadi masalah klasik, yang sudah puluhan tahun tak pernah tuntas.
Tiap kali hujan deras, warga Organda selalu was was, banjir bakal merendam jalan poros Organda, melumpuhkan satu-satunya akses masuk perumahan Organda.
Berbeda dengan daerah banjir lainnya, dimana air langsung surut seiring berhentinya hujan, di Organda bisa butuh waktu berhari-hari untuk benar-benar surut dan kering.
Seperti halnya hujan deras yang mengguyur pada Senin (21/9/2026) malam, membuat membuat perumahan Organda dan pemukiman Konya kembali terendam banjir.
Padahal drainase di pemukiman Organda baru saja dilakukan normalisasi atau dikeruk dengan alat berat dari pihak Balai Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN). Namun hanya satu kali hujan deras saja, banjir kembali merendam.
Genangan air yang mencapai hampir pinggang orang dewasa pada Senin (21/9/2026) pagi, membuat aktifitas warga menjadi lumpuh.
Sejumlah motor yang memaksakan diri untuk melintasi jalan poros Organda, langsung mogok di tengah jalan.Bahkan pengemudi kendaraan roda empat banyak yang mengurungkan niat untuk melintasi genangan air ini.
Bila upaya mengatasi saluran air ini tidak kunjung bisa mengatasi masalah banjir di Perumahan warga Organda, warga minta ada solusi lain untuk mengatasi akses jalan yang sering lumpuh akibat banjir ini.
"Pemkot bisa memikirkan membuat akses jalan lain, untuk keluar masuk Organda," ujar Indah salah satu warga Organda.
Menurutnya akses jalan alternatif ini bisa dibangun, dari perumahan Organda ke Kotaraja atau ke Poltekkes Padang Bulan.
"Kalau ke Poltekkes ini relatif lebih dekat dari pada kalau jalan tembus ke Kotaraja," ujar Hardi warga Organda yang lain.
Dengan adanya jalan alternatif yang bisa dilewati kendaraan motor atau roda empat, maka aktivitas anak sekolah dan aktivitas berangkat kerja warga Organda tidak lumpuh.
"Kalau genangan air di jalan poros Organda ini setinggi orang dewasa, bagaimana orang mau berangkat kerja, anak-anak berangkat sekolah dan ikut ujian seperti sekarang ini," ungkap mama Anis. (*)
Editor : AdminDua