Yang Mau Nyumbang Untuk Gempa NTT Bisa Janjian di Lampu Merah Kota Jayapura

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:53 WIB
Masyarakat dan Ikatan Keluarga Flobamora Kota Jayapura saat menggelar aksi penggalangan dana di lingkaran Abepura, Rabu (19/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMI)
Masyarakat dan Ikatan Keluarga Flobamora Kota Jayapura saat menggelar aksi penggalangan dana di lingkaran Abepura, Rabu (19/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Duka mendalam akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini, memicu gelombang solidaritas dari berbagai penjuru tanah air, tak terkecuali dari Papua. 

Masyarakat dan Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) di Papua bersatu padu menggelar aksi penggalangan dana di sejumlah titik strategis di Kota Jayapura.

​Aksi kemanusiaan bertajuk "Pray for Flores" ini merupakan bentuk kepedulian nyata warga perantauan asal NTT di Bumi Cenderawasih untuk meringankan beban saudara-saudara mereka yang terdampak bencana. 

Semangat kebersamaan yang kuat ini menjadi pendorong utama bagi mereka untuk turun ke jalan dan mengajak warga Jayapura berdonasi.

​Berdasarkan pemantauan langsung Cenderawasih Pos di lapangan, aksi kemanusiaan ini berjalan tertib dan terorganisir. 

IKF Papua telah memastikan aspek legalitas kegiatan ini dengan mengantongi izin resmi dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jayapura. Hal ini dilakukan demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap donasi yang dikumpulkan.

​Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, penggalangan dana di lapangan dilaksanakan serentak selama dua hari, yaitu pada Rabu (19/8/2026) dan Jumat (21/8/2026).

 Panitia memfokuskan aksi di tiga titik perempatan lampu merah tersibuk di Kota Jayapura, untuk memaksimalkan donasi dari para pengguna jalan.

Adapun sejumlah titik yang menjadi pusat penggalangan dana dari masyarakat Flobamora tersebut antaralain di Lampu Merah Waena, Lampu Merah Lingkaran Abepura dan Lampu Merah Dok 2 Jayapura. Setiap titik masing-masing memiliki korlapnya.

​Kepada wartawan Cenderawasih Pos, Koordinator Aksi di Lampu Merah Lingkaran Abepura, Lasio Langoday, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan panggilan hati. 

Ia menegaskan, jarak geografis yang jauh antara Papua dan NTT tidak melunturkan sedikit pun rasa empati mereka terhadap penderitaan sesama.

​"Kami yang berada di perantauan ini sangat prihatin dan sedih mendengar kabar bencana yang menimpa saudara-saudara kami di Flores. Kegiatan penggalangan dana di jalanan ini merupakan salah satu cara paling cepat dan langsung yang bisa kami lakukan untuk membantu meringankan beban mereka," ungkap Lasio dengan nada haru.

​Lebih lanjut, Lasio menjelaskan bahwa seluruh hasil donasi yang terkumpul selama dua hari aksi tersebut akan segera dihitung secara transparan dan disalurkan secepatnya.

 IKF Papua berkomitmen untuk bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan terpercaya atau menyalurkannya langsung melalui saluran resmi pemerintah daerah di Flores, NTT, agar bantuan dapat tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi para korban.

​"Kami menyadari bantuan ini mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah, tapi kami berharap kontribusi kecil dari warga Jayapura, yang disalurkan melalui IKF, dapat memberikan harapan dan sedikit senyuman bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang di posko pengungsian," tutup Lasio.

​Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh IKF dan masyarakat NTT di Papua ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi ormas dan paguyuban lainnya di Bumi Cenderawasih untuk selalu tanggap dan peduli terhadap bencana alam yang terjadi di pelosok tanah air. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
sumbangan Gempa ntt