CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Suasana di RSUD Abepura mendadak riuh dan dipenuhi kepanikan. Berdasarkan informasi, sejak pukul 15.00 WIT, rombongan mobil ambulans terlihat datang bergantian merapat ke area Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dari dalam kendaraan medis tersebut, petugas bergegas mengevakuasi belasan hingga puluhan warga Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, yang terkulai lemas tak banyak bergerak.
Berdasarkan pantauan langsung Cenderawasih Pos di lokasi, tercatat sedikitnya 21 pasien tiba di rumah sakit dengan indikasi gangguan kesehatan akut. Seluruh korban dilaporkan mengalami gejala klinis tak biasa usai mengonsumsi santapan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepada Cenderawasih Pos, Direktur RSUD Abepura, dr. Raja M.N Sitorus, Sp.B, mengonfirmasi lonjakan kedatangan pasien mendadak tersebut. Ia menyebutkan bahwa mayoritas korban yang ditangani merupakan kelompok usia anak-anak, meski dampak dugaan keracunan ini menyasar rentang usia yang sangat lebar.
"Paling banyak sekarang ini anak-anak. Dari segi usia mulai dari balita usia 1,5 tahun hingga lansia 62 tahun," ungkap dr. Raja M.N Sitorus saat ditemui di lokasi, Rabu (5/8/2026).
Kondisi klinis pasien saat pertama kali tiba cukup bervariasi namun tergolong memprihatinkan. Mayoritas warga mengeluhkan rasa mual hebat, muntah yang terjadi secara berkelanjutan, serta pusing kepala. Beberapa pasien lainnya juga menunjukkan gejala diare akut.
Menanggapi situasi darurat ini, tim medis RSUD Abepura langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan penanganan intensif serta pemeriksaan ketat sesuai standar pelayanan medis.
Saat ini, puluhan pasien tersebut ditampung dan menjalani perawatan di Ruang Kesehatan Anak (RKK). Guna mengantisipasi potensi penambahan pasien rujukan dari Depapre, pihak rumah sakit telah bersiap memfungsikan ruangan intermediate atau area darurat khusus.
Di sisi lain, melonjaknya jumlah pasien sempat memicu kendala teknis terkait keterbatasan tempat tidur (bed) rawat inap. Namun, masalah fasilitas tersebut berhasil ditangani dengan cepat berkat koordinasi sigap antara manajemen RSUD Abepura dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang langsung menerjunkan bantuan penunjang di lokasi kejadian.
Adapun informasi, kemungkinan besar jumlah pasien yang diduga keracunan MBG tersebut di RSUD Abepura akan bertambah. (*)
Editor : Lucky Ireeuw