CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, dengan tegas menyatakan penghentian pembangunan Dermaga Satrol Kodaeral X Jayapura yang direncanakan dibangun di areal Gereja GKI Pengharapan, Klasis Port Numbay, Kota Jayapura.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan ratusan jemaat, Badan Pekerja Klasis Port Numbay, BP GKI di Tanah Papua, denominasi gereja, tokoh adat, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, serta massa aksi penolakan pembangunan dermaga di Gedung DPR Papua, Senin (18/5/2026).
"Apa yang menjadi saran dan masukan dari gereja akan saya laksanakan untuk tidak membangun fasilitas labuh yang berada di belakang gereja saat ini," tegas Sugianto di hadapan massa aksi.
Ia menegaskan, secara pribadi maupun institusi TNI Angkatan Laut, sangat menghormati dan menghargai keberadaan gereja di Tanah Papua.
"Saya secara pribadi dan TNI Angkatan Laut sangat menghormati dan menghargai keberadaan gereja di Tanah Papua," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugianto juga menyampaikan permohonan maaf terkait surat yang sebelumnya dikirim dan dinilai kurang tepat.
Permohonan maaf itu, kata dia, juga telah disampaikan secara tertulis kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua.
"Saya secara pribadi dan mewakili Kodaeral X menyampaikan permohonan maaf atas adanya pengiriman surat yang mungkin kurang sesuai. Permohonan maaf itu juga sudah saya sampaikan secara tertulis kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua," katanya.
Pernyataan penghentian pembangunan dermaga tersebut nantinya akan dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Dankodaeral X Jayapura.
Dokumen itu akan difasilitasi dan diserahkan kepada Sinode GKI di Tanah Papua paling lambat 14 hari kerja.
Usai mendengar pernyataan tersebut, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib. Mereka selanjutnya menuju lokasi rencana pembangunan dermaga untuk memasang plang penolakan pembangunan dermaga di area Gereja GKI Pengharapan. (*)
Editor : Weny Firmansyah