CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah digelarnya prosesi serah terima jabatan (sertijab) rektor yang berlangsung khidmat.
Aadapun jabatan Rektor USTJ diserahkan dari rektor sebelumnya, Dr. Yuyun Nuriyah Ali Kastella, S.Pd., M.Pd., kepada rektor baru, Dr. M. Rusdianto Abu, S.AP., M.Si yang berlangsung di Kampus USTJ, Selasa (21/4/2026).
Rektor USTJ, Dr. M.Rusdianto Abu mengatakan, serah terima jabatan rektor ini
berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Nomor 012/C/YBTI-JPR/IV/2026 tertanggal 15 April 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Rektor USTJ periode 2026–2031.
"Terima kasih atas amanah yang diberikan oleh yayasan, senat perguruan tinggi, serta seluruh sivitas akademika. Insha Allah, saya akan menjalankan amanah ini dengan kinerja terbaik, penuh dedikasi, integritas, dan optimisme,”ucap Dr.Rusdianto Abu.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada kepemimpinan sebelumnya yang dinilai telah membawa berbagai capaian penting bagi kemajuan kampus.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh.
USTJ sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah melahirkan lebih dari 30 ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kampus ini juga dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sosial humaniora melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Kata Risdianto Abu bahwa, sebagai kampus, USTJ adalah wadah yang nyaman dan kondusif bagi berbagai kegiatan intelelektual dan kebudayaan dengan atmosfer akademik yang terbuka terhadap pertukaran gagasan dan pengalaman, pemikiran-pemikiran kritis dan visioner, disertai sikap yang menjunjung tinggi kebebasan akademik dalam keanekaragaman keilmuan dan budaya.
Memahami dengan baik potensi dan peranan USTJ tersebut, serta harapan-harapan masyarakat akan kontribusi USTJ, iapun menerima amanah sebagai Rektor USTJ periode 2026-2031 sebagai suatu hal yang sangat bernilai, dengan disertai kerendahan dan ketulusan hati, serta semangat dan optimisme yang tinggi.
Baginya serah terima jabatan rektor bukan sekadar peristiwa administratif dalam siklus kepemimpinan institusi, melainkan merupakan momentum strategis yang syarat dengan dimensi reflektif, evaluatif, sekaligus proyektif.
Untuk itu momentum ini menjadi ruang untuk meneguhkan kembali komitmen kolektif dalam memperkuat arah pengembangan universitas ke depan, khususnya dalam merespons dinamika global pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan kompetitif.
Kata Dr. Rusdianto Abu bahwa, kepemimpinan perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dalam memastikan optimalisasi pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Oleh karena itu, keberlanjutan kepemimpinan harus mampu menghadirkan transformasi yang berbasis pada kualitas, relevansi, serta dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam konteks pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.
Sebagai bagian dari arah kebijakan institusional ke depan, ia kini menetapkan sepuluh kerangka strategis yang akan menjadi pijakan dalam pengembangan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura.
Pertama, penguatan kualitas akademik dan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, berbasis pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes), serta terintegrasi dengan keunggulan lokal Papua.
Kedua, peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan sebagai prasyarat fundamental dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif, profesional, dan berdaya saing.
Ketiga, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi akademik, kualifikasi, serta rekognisi dosen di tingkat nasional dan internasional.
Keempat, penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada solusi atas persoalan riil masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Papua.
Kelima, penataan infrastruktur kampus yang modern dan terintegrasi dengan sistem digitalisasi guna mendukung efektivitas pembelajaran, riset, serta tata kelola berbasis teknologi informasi.
Keenam, penguatan pengembangan mahasiswa melalui pembinaan karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kewirausahaan, serta peningkatan partisipasi dalam kegiatan akademik dan non-akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Ketujuh, peningkatan kualitas lulusan yang unggul, adaptif, dan kompetitif melalui penguatan link and match dengan dunia kerja, pengembangan soft skills, sertifikasi kompetensi, serta sistem penelusuran alumni (tracer study) yang berkelanjutan.
Kedelapan, memperkuat kemitraan antar perguruan tinggi dalam negeri dalam bentuk penyelenggaraan program akademik bersama, riset kolaboratif, serta pengembangan jejaring keilmuan yang berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan kapasitas institusi, yang selanjutnya diakselerasi melalui pengembangan program internasionalisasi.
Adapun program ini meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, serta skema double degree dan joint degree, termasuk kerja sama strategis dengan Universitas Kebangsaan Malaysia, guna memperkuat daya saing universitas pada tingkat nasional dan global.
Sejalan dengan komitmen tersebut, pasca pelantikan ini dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra sebagai langkah kongkret dalam mengimplementasikan kolaborasi yang berkelanjutan dan produktif.
Kesembilan, perluasan kemitraan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga terkait lainnya dalam rangka memperkuat kontribusi universitas terhadap pembangunan daerah dan peningkatan daya serap lulusan.
Kesepuluh, penguatan tata kelola universitas berbasis prinsip good university governance, yang mencakup transparansi, akuntabilitas, sistem manajemen berbasis data, serta evaluasi kinerja yang berkelanjutan.
"Jadi, sesepuluh langkah strategis yang telah dirumuskan tersebut pada hakekatnya merupakan bentuk operasionalisasi dan implementasi konkrtit dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kemendiktisaintek,"ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua ini.
Tambah Dr. Rusdianto Abu, melalui penyelarasan ini, USTJ berkomitmen untuk tidak hanya memenuhi standar kinerja nasional, tetapi juga berupaya melampauinya melalui inovasi berkelanjutan dan penguatan tata kelola berbasis kinerja (performance-based management).
Hal ini penting sehingga mampu menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat dan pembangunan daerah.
"Saya meyakini bahwa implementasi dari seluruh agenda strategis tersebut hanya dapat terwujud melalui komitmen kolektif seluruh sivitas akademika, serta dukungan sinergis dari pemerintah, masyarakat, dan sektor dunia usaha,"jelasnya.
Untuk itu kata Dr.Rusdianto Abu, hal ini menjadi bagian integral dalam upaya menciptakan sumber daya manusia Papua yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang inklusif.
"Tentu semua ini dapat terwujud apabila ada komitmen dari seluruh civitas akademik serta semua pihak termasuk peran pemerintah pusat khususnya kementerian pendidikan tinggi riset dan teknologi, Lembaga layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV, serta pimpinan pemerintahan propinsi, Kabupaten/kota, masyarakat serta dunia usaha, dalam memberikan kontribusi nyata guna memajukan Sumber Daya Manusia Papua yang Cerdas sesuai dengan Visi Misi Pemerintah Provinsi Papua saat ini,"pintanya.
Ia juga berharap kepada para alumni agar ada keterlibatan aktif sebagai bagian integral dari keluarga besar USTJ, untuk bersama-sama berkontribusi dalam memperkuat jejaring, meningkatkan kualitas lulusan, serta mendorong kemajuan institusi secara berkelanjutan.
Lalu seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta para mahasiswa ia mengajak untuk secara bersama-sama meningkatkan produktivitas dan kualitas karya-karya, demi penguatan kontribusi dan reputasi dari institusi yang kita banggakan dan cintai ini.
Menurutnya, dosen USTJ adalah ujung tombak dalam meraih capaian-capaian kegiatan tridharma perguruan tinggi.
Para tenaga kependidikan merupakan elemen pendukung yang krusial bagi pencapaian-pencapaian tersebut.
Sedangkan seluruh mahasiswa USTJ adalah putra dan putri kader terbaik bangsa, yang melalui berbagai proses pembelajaran di kampus, kelak akan menjadi ujung tombak pembangunan tanah Papua, bangsa dan negara.
Keseluruhan proses transformasi yang mencakup segenap tridharma perguruan tinggi hanya akan bermakna, apabila berdampak secara konkret pada perbaikan kualitas hidup (well-being) dari masyarakat dan bangsa.
"Ini adalah keunggulan khas dari USTJ akan menjadikan USTJ kebanggaan bagi para alumni USTJ dan masyarakat pada umumnya,"bebernya.
Sementara itu usai ditunjuk sebagai Rektor USTJ, Dr. Rusdianto Abu langsung melakukan gebrakan nyata.
Diawal kepemimpinannya ia langsung melakukan perbaikkan sejumlah fasilitas gedung kampus.
"Dalam waktu dekat kita akan perbaiki dulu gapura masuk USTJ, MCK umum,pemasangan lampu mulai dari jalan masuk hingga areal kampus agar terang dan penyedian wife gratis untuk mahasiswa,"tutup Dr. Rusdianto Abu. (*).
Editor : Yohanes Palen