CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Persipura Jayapura akan melakoni laga penutup Kompetisi Liga 2 wilayah timur, kontra Persiku Kudus pada 02 Mei 2026 di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura.
Saat ini perebutan tiket promosi Liga 1 masih terbuka lebar bagi tim berjuluk mutiara hitam. Perebutan ini masih berlangsung antara tiga klub penghuni papan atas, Persipura Jayapura (49 poin), PSS Sleman (52 poin) dan Barito Putera (48 poin).
Ketiganya masih menyisakan dua laga penting yang menentukan nasib kedepan. Oleh sebab itu, dukungan masyarakat Papua sebagai pemain ke-12 sangat penting agar semangat juang dan kerja keras Boaz Solossa dan kolega bisa meraih hasil positif poin penuh.
Menurut Frangklin E. Wahey anggota DPR Papua, klub ini bukan hanya membawa harum sepakbola tanah Papua, melainkan harapan bagi anak-anak Papua untuk berkarya, maupun identitas masyarakat asli Papua.
"Masyarakat ketika dengar atau tahu Persipura mau main pasti mereka menyempatkan diri untuk menonton, makanya saya berinisiatif membelikan 100 tiket. Tidak ada kepentingan lain, tapi ternyata apa yang kita lakukan itu membawa manfaat untuk manajemen Persipura dalam hal dukungan. Masyarakat juga senang dan bawa dampak ke Persipura," ucap Frangklin, di Jayapura, Selasa (21/4/2026).
Politisi partai Demokrat Papua ini mengungkapkan membeli tiket kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan kepada Persipura Jayapura, sekaligus membawa masyarakat di lapangan, agar para pemain bisa termotivasi tampil optimal.
"Tapi di sisi lain, kita gerakkan masyarakat dari kampung juga, mereka datang dengan kekuatan doa dari kampung keluar. Mereka berdoa dari kampung, mereka bilang bahwa kita ke sana nonton Persipura, kita datang jadi Persipura harus menang," ungkapnya.
Frangklin berharap momentum ini bisa memberikan dampak juga bagi seluruh pejabat-pejabat di Papua untuk membeli tiket, apalagi di laga home terakhir yang menentukan nasib promosi ke Liga 1.
"Kalau pejabat-pejabat di Papua membeli tiket untuk masyarakat juga dampaknya besar untuk dukungan finansial Persipura bukan hanya di Liga 2, tapi juga ketika promosi ke Liga 1. Semoga seluruh pejabat berasal dari kampung mana, kumpul masyarakat, berdoa dari kampung, beli karcis, bawa fasilitasi datang nonton karena itu berpengaruh untuk pemain dan manajemen," pungkasnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser