CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Ledakan bom ternyata tak hanya terjadi di Iran ataupun Israel.
Markas Utama Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berada di Kampwolker Waena dilaporkan terkena bom.
Hanya saja benda tersebut tidak mengenai rumah melainkan pecah di tanah yang hanya sekitar 5 meter dari dinding markas KNPB.
Akibat ledakan ini tanah tempat jatuhnya benda tersebut terlibat berlubang kemudian beberapa dinding terlihat lecet dan pohon disekitar juga terkelupas.
Ketua Umum KNPB, Agus Kosay mengungkap ada upaya teror yang nyata dan bisa melukai. Agus menyebut insiden ini terjadi dua kali, pertama pada 17 Januari 2026 dan kedua pada Senin (16/3/2026).
"Semua terjadi dini hari. Pukul 03.00 WIT hingga pukul 04.00 WIT . Kami belum tidur dan terdengar ledakan besar sekali, " beber Agus didampingi Ketua 1 KNPB, Warpo Wetipo dan Jubir KNPB, Ogram Wanimbo saat ditemui di Kantor KNPB Kampwolker, Selasa (17/3/2026).
Bom ini menurut mereka dijatuhkan menggunakan drone dan efeknya selain melubangi tanah juga mengoyak kulit pohon hingga dinding tembok. Untungnya kata Agus tidak ada yang terluka.
"Yang pertama ingin membakar kantor kami dan itu sempat dilakukan namun berhasil dipadamkan. Pelaku sempat dikejar tapi berhasil kabur dan tersisa jerigen dan kaos tangan pelaku dan ini yang kedua, " tambah Agus.
KNPB menyatakan upaya yang dilakukan adalah bentuk teror dan ingin mereduksi aksi kemanusiaan yang selama ini dilakukan.. "Kami pastikan tidak mundur dan tetap konsisten memperjuangkan yang dilakukan selama ini, " tutup Agus. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser