CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan komitmennya untuk menutup seluruh aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Kota Jayapura termasuk di kawasan Polimak Pemancar, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.
Penegasan tersebut disampaikan Abisai Rollo saat berada langsung di lokasi tambang ilegal Polimak, Selasa (17/2/2026), usai proses evakuasi korban yang tertimbun material tanah.
“Bukan hanya di Polimak ini, tetapi semua lokasi tambang ilegal yang beroperasi di Kota Jayapura akan kita tutup dan tertibkan,” tegas pria yang biasa disapa ABR ini.
Sementara itu ABR hadir langsung menyaksikan proses evakuasi korban. Ia berada di lokasi sejak pukul 14.00 WIT hingga pukul 20.35 WIT malam hari, menunjukkan kepedulian dan keseriusannya terhadap peristiwa tersebut.
Menurutnya, kejadian tragis ini harus menjadi pelajaran bagi semua para penambang ilegal.
Ia menegaskan tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali, mengingat risiko yang sangat tinggi dari aktivitas pendulangan emas di kawasan rawan longsor dan banjir saat hujan turun.
“Saya tidak melarang masyarakat mencari nafkah, tetapi yang saya larang adalah risiko dari galian tambang ilegal ini. Lokasi ini rawan longsor dan banjir saat hujan tiba,” ujarnya.
ABR juga menyoroti bahwa pemerintah kerap disalahkan ketika musibah terjadi, padahal aktivitas tersebut dilakukan secara ilegal oleh oknum masyarakat.
“Kalau sudah begini pemerintah yang disalahkan, padahal masyarakat sendiri yang melakukan hal seperti ini sehingga timbul akibat seperti ini,”tambahnya.
Setelah proses evakuasi selesai, ABR langsung meminta aparat keamanan memasang garis polisi (police line) dan menutup total area tambang tersebut.
Adapun kebijakan itu akan berlaku untuk seluruh wilayah tambang ilegal di Kota Jayapura.
Lebih lanjut, Abisai mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan dan Keamanan di Jakarta untuk meminta dukungan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) guna menertibkan aktivitas tambang ilegal di Jayapura.
Namun, pihak kementerian meminta data lengkap lokasi tambang sebagai dasar penindakan sebelum Satgas diturunkan.
Pada kesempatan ini pula Wali Kota Jayapura menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir di wilayah tersebut.
"Harapan saya kasus ini menjadi terakhir dan tidak ada lagi korban baru. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi para penambang ilegal ini,"tutup ABR. (*).
Editor : Abdel Gamel Naser