CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Sosok Abisai Rollo bukan menjadi asing lagi bagi masyarakat di Kota Jayapura.
Pria sederhana yang lahir di Kampung Skow Yambe, Kota Jayapura perbatasan RI-PNG ini kini siap dilantik menjadi Wali Kota Jayapura.
Datang dari keluarga sederhana, jiwa kepemimpinan Abisai Rollo tak perlu diragukan lagi.
Dia terlahir dari sosok seorang ayah bernama Herman Rollo yang merupakan salah satu tokoh Adat Port Numbay atau seorang Ondoafi Besar di Kampung Skouw Yambe.
Adapun Abisai Rollo kini melanjutkan estafet dari sang ayahnya sebagai Ondoafi Besar di Kampung Skow Yambe.
Nama besar Abiasi Rollo muncul setelah pria kelahiran 14 November 1967 itu terpilih sebagai anggota DPRD Kota Jayapura pada Pemilu 2004
Kemudian pada Pemilu 2009, Abisai Rollo kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPRD Kota Jayapura.
Setehun kemudian tepatnya di tahun 2010, Abisai Rollo memutuskan maju pada pertarungan Wali Kota Jayapura.
Ketika itu ia berpasangan dengan Reni Kaisepo. Sayangnya pada Pilkada 2010 itu mereka harus kalah dari Pasangan Benhur Tomi Mano-Rustan Saru yang saat itu terpilih sebagai pemenang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura.
Kalah perolehan suara di Pilkada 2010, Abisai Rollo kembali melanjutkan kerjanya sebagai anggota DPRD Kota Jayapura.
Perjuangan Abisai Rollo juga belum habis, ia tak patah semangat dan memilih untuk tidak melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Justru Abisai Rollo mulai kosentrasi untuk kembali membangun relasi lebih luas dalam politiknya.
Politisi Golkar ini mencoba kembali bertarung di Pileg 2014, ia kemudian kembali terpilih untuk ketiga periodenya sebagai anggota DPRD Kota Jayapura.
Karena kecintaanya untuk membangun negerinya sendiri Port Numbay ia coba kembali bertarung di Pilkada Kota Jayapura pada tahun 2017.
Sayangnya ia tak sempat ikut dalam kontestan itu setelah Partai Golkar yang menjadi partai pengusungnya memberikan rekomendasi dukungan kepada Pasangan Benhur Tomi Mano-Rustan Saru.
Adapun ketika itu Pasangan Benhur Tomi Mano maju di Pilkada Kota Jayapura melawan kotak kosong, setelah semua Partai Politik mendukung kedua pasangan ini.
Pada akhirnya Benhur Tomi Mano terpilih kembali menjadi Wali Kota Jayapura untuk ke dua kalinya.
Kalah untuk kedua kalinya di Pilkada Kota Jayapura, Abisai Rollo justru lebih semangat lagi untuk menguatkan fondasi politiknya di Kota Jayapura.
Pada Pemilu 2019 ia kembali maju dan terpilih lagi untuk ke empat kalinya sebagai anggota DPRD Kota Jayapura.
Selama di DPR, ia sudah tiga periode menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Jayapura. Dari sana ia terus membangun banyak relasi diluar dengan warga di Kota Jayapura.
Jiwa sosialnya yang banyak memberikan sumbangan pribadi dan keluarganya baik kepada Negara Indonesia maupun masyarakat di Kota Jayapura mulai mendapat simpatik yang luar biasa.
Ia kerap kali memberikan bantuan sosial kepada warga di Kota Jayapura seperti pada hari kurban ia selalu menyumbang sapi kesejumlah masjid di Kota Jayapura.
Hampir semua masjid di Kota Jayapura merasakan bantuannya yang dilakukan sejak tahun 2007 silam.
Kemudian ia kerap memberikan bantuan hewan berupa Babi di gereja-gereja di Kota Jayapura pada saat momen Natal dan Tahun Baru.
Selain itu bingkisan Natal dan Lebaran juga tak lupa ia berikan kepada kelompok, individu, paguyuban dan komunitas di Jayapura.
Termasuk bantuan sosial lainnya yang diberikannya secara cuma-cuma kepada orang yang membutuhkan.
Salah satu yang menjadi viral ketika dia bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.
Dihadapan Presiden Jokowi, dengan jiwa besarnya dia menyumbangkan tanah seluas 16,8 hektar di Koya, Kota Jayapura untuk membangun Istana Presiden dan Wakil Presiden.
Tanah seluas 16,8 hektar itu telah dibuatkan sertifikat olehnya dan sudah diserahkan kepada Presiden Jokowi.
Kembali kesepak terjang Politik Abisai Rollo, pada pemilu 2024 namanya kembali terpilih untuk ke lima periode sebagai anggota DPRD Kota Jayapura.
Sayangnya jabatan itu tidak sempat ia lanjutkan karena memutuskan untuk bertarung pada Pilkada Kota Jayapura.
Abisai Rollo tidak sempat dilantik sebagai anggota DPRD Kota Jayapura walaupun terpilih di Pemilu 2024.
Ia memilih menyerahkan jabatan DPR kepada Venesa Urbinas yang meraih suara ketiga di Pemilu 2024 dapil Abepura, Kota Jayapura.
Adapun Venesa Urbinas resmi mengantikan Abisai Rollo. Dia ikut dilantik bersama 30 anggota DPR lainnya.
Sementara itu pada Pilkada 2024, Abisai Rollo maju berpasangan dengan Rustan Saru.
Pasangan ini sudah bersepakat manjadi satu paket untuk maju di Pilkada Kota Jayapura sejak tahun 2020.
Keduanyapun resmi berpasangan dan bertarung di Pilkada Kota Jayapura 2024 lalu.
Nama besar keduanya menjadi buah bibir warga di Kota Jayapura karena merupakan pasangan ideal dan dijagokan menjadi pemenangnya.
Apalagi H.Rustan Saru secara sepak terjang politiknya sudah mapan, ia satu periode menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jayapura.
Namun sebelumnya pria asal Bugis, Makasar ini pernah duduk di DPRD Kota Jayapura dan DPR Papua.
Abisai Rollo-Rustan Saru adalah pasangan yang pertama mendeklarasikan maju di Pilkada Kota Jayapura, sebelum muncul tiga calon lainnya yakni, Frans Pekey-Mansur, Boy Dawir-Dipo Wibowo dan Jhohy Banua Rouw-Darwis Masi.
Maju di Pilkada Kota Jayapura, Abisai Rollo menjadi rebutan banyak tokoh untuk ingin berpasang dengannya sebagai Wakil Wali Kota.
Bahkan ketiga nama seperti, Darwis Masi, Dipo Wibowo dan Mansur juga punya keinginan untuk mendapatkan restunya sebagai wakil.
Namun Abisai Rollo tetap bersikokoh dengan pendirianya, sebagai seorang Ondoafi ia tetap memegang komitmennya untuk tidak mengingkari janjinya dengan H.Rustan Saru.
Sejumlah Partai Politik juga melobi ke Abisai Rollo menawarkan jagoan tokoh politik mereka sebagai calon Wakil Wali Kota.
Pada akhirnya Abisai Rollo tetap bersikokoh memilih H.Rustan Saru. Keduanya resmi mendaftarkan ke KPU Kota Jayapura dan ditetapkan sebagai pasangan calon yang bertarung di Pilkada Kota Jayapura.
Menariknya, pasangan ini mendaftar di Kota Jayapura paling terakhir dari 4 Paslon yang mendaftar saat itu.
Pada pengambilan nomor urut di KPU Kota Jayapura mereka mendapatkan nomor 4.
Mendapat nomor urut 4 Abisai Rollo-H.Rustan Saru menilai sebagai nomor keramat dan membawa keberuntungan dan sebagai angka sepurna.
Terlepas dari perjalanan politik dari kedua pasangan ini, kita kembali pada sosok Abisai Rollo.
Abisai Rollo diketahui sebagai salah satu tokoh adat yang berpengaruh di Port Numbay, Kota Jayapura.
Terpilihnya dia sebagai Wali Kota Jayapura berkat kerja kerasnya selama ini dalam membangun relasi politiknya bersama warga Kota Jayapura.
Di sisi lain hadirnya Abisai Rollo sebagai Wali Kotal terpilih saat ini merupakan representasi masyarakat adat di Port Numbay dari ketokohan Ondoafi.
Maklum jika menilik kembali sejarahnya, dimana sejak Kota Jayapura ditetapkan sebagai Kota Madya pada tahun 1969 sebagai ibu Kota Provinsi Papua sebelum pemekaran DOB saat ini.
Sejak saat itu jabatan Wali Kota Jayapura belum pernah dipegang oleh seorang Ondoafi.
Kini Abisai Rollo menciptakan sejarah baru, sebagai Wali Kota Jayapura pertama dari latar belakang seorang Ondoafi.
Dia juga merupakan Wali Kota Jayapura ke dua sebagai putra asli Port Numbay yang mana sebelumnya dijabat oleh Benhur Tomi Mano.
Tomi Mano adalah putra Asli Port Numbay berasal dari Kampung Tobati, Kota Jayapura.
Dia sukses menjadi Wali Kota Jayapura selama 2 periode dan orang pertama putra Port Numbay.
Adapun saat ini Benhur Tomi Mano terpilih sebagai Gubernur Papua setelah meraih suara terbanyak di Pilgub Papua 2024 lalu.
Baik Abisai Rollo dan Benhur Tomi Mano kini sama-sama menciptakan sejarah baru di Tanah Papua.
Benhur Tomi Mano menciptakan sejarah baru sebagai Gubernur pertama dari Port Numbay setelah pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Abisai Rollo sebagai Wali Kota Jayapura pertama dari seorang Ondoafi. (*)
Editor : Weny Firmansyah