Kegiatan yang dimulai dari Kampung Kwadeware Distrik Waibu yang kemudian berlanjut ke beberapa titik mulai dari Kwadeware, Kampung Abar, Kampung Hobong, Kampung Yoboi, Hena dan akan dilanjutkan ke Kampung Asei. Ruwindrijarto, program Lifescapes Shamdana Institut menyampaikan bahwa menoken ini ingin merajut sikap dan kondisi sosial serta mengembalikan kembali nilai – nilai adat istiadat di Papua yang perlahan mulai menurun. Dari berbagai kisah yang dibagikan paling tidak akan melahirkan semangat inspirasi bagi yang lain.
“Kami ingin ‘menoken’ ini menjadi sebuah inisiatif dan menjadikan noken sebagai gerakan sosial yang dimulai dengan berbagi dan saling menukar. Jadi noken tidak sekedar menjadi sebuah platform, teknologi informasi tetapi juga komunikasi,” kata Ruwi saat berkunjung ke Rumah Bakau Jayapura, Ahad (14/3) kemarin. Ia membawa serta rombongan yang ikut berbagi dari Maybrat, Sorong dan organisasi lainnya. “Dari diskusi kami di Rumah Bakau Jayapura saya melihat lebih pada spirit, emosional dan pergumulan. Ini tentunya akan terus menyebar dimana teman – teman lain bisa mendapatkan banyak pengalaman yang dibagi,” jelasnya.
Sementara Meike Rottie, koordinator Rumah Bakau Jayapura menyampaikan bahwa semangat lahirnya Rumah Bakau tak lepas dari kepedulian terhadap kondisi dan isu lingkungan di Jayapura. Dari semangat itu yang hingga kini terus ditularkan. “Kami memulai dari hal kecil, dari apa yang bisa kami lakukan untuk terus menyebar semangat positif. Kami juga bersyukur bisa bertemu orang – orang hebat yang terus menginspirasi,” imbuhnya. (ade/wen) Editor : Administrator