Kisah Kolaborasi Pedagang Ketoprak, Sang Ibu Jualan dan Sang Anak Ngontenin Hingga Hasilkan Dolar
Hanya bermodal iseng agar jualan ibunya lebih dikenal orang justru berbuah manis. Anang, anak seorang penjual ketoprak di Kotaraja, Kota Jayapura berhasil mendapat plat button dari Youtube. Kini di gerobaknya terpampang plat silver yang diincar para Youtuber
Laporan Robert Mboik-Jayapura
Tak ada yang istimewa jika melihat dari gerobak ketoprak yang setiap hari mangkal di depan SD Vim 1 Kotaraja ini. Sama seperti gerobak jualan pada umumnya. Menggunakan dinding plat seng atau alumunium berwarna silver kemudian dirangkai dengan tulangan kayu besi yang warna coklatnya terbiar kentara.
Malah kalau mau dipakai untuk makan di tempat rasanya seperti kurang nyaman karena bukan berada di dalam ruangan melainkan di pinggiran jalan. Hanya ada kursi dan meja plastik yang disediakan, itupun dengan jumlah terbatas. Paling hanya untuk 4 orang. Untungnya saat ini lapak ketoprak itu sudah menggunakan tenda sehingga lebih adem.
Makanya kebanyakan orang lebih memilih take away atau membawa pulang. Namun untuk rasa dari dagangan ketopraknya jangan ditanya. Ada efek nagih sehingga tidak heran terkadang banyak pembeli yang datang menggunakan mobil. Memesan dari dalam mobil dan langsung diantarkan. Di gerobak ini tertulis identitas jualannya yakni Ketoprak Semar.
Jika mencicipi ketoprak ini banyak yang akan memberi testimoni bahwa memang rasanya nyaman di lidah dan sesuai harapan. Meski hanya pedagang kaki lima namun ketoprak ini memiliki citarasa yang lebih enak dibanding resto-resto lainnya. Sang ibu yang biasa berjualan juga ramah dan cekatan. Tak ingin pelanggan terlalu berlama-lama menunggu. Langsung dilayani.
Yang menarik lainnya jika mampir kesini saat ini adalah ada property yang tak biasa. Ya disebut tak biasa karena property tersebut tidak bisa dimiliki dengan mudah. Butuh kerja keras dan ketelatenan. Sang anak, Anang berkisah bahwa orang tuanya menjual ketoprak di Papua awalnya hanya mencoba-coba. Ketoprak Semar ini mulai dirintis oleh ayah dan ibunya sejak 2012 lalu.
Diceritakan bahwa awal berjualan Ketoprak di Jayapura memang punya tantangan tersendiri mengingat makanan menggunakan taoge ini lebih familiar bagi kalangan masyarakat Jawa sementara di Papua belum terlalu banyak yang mengenal produk makanan yang satu ini. Karena itulah butuh perjuangan lebih untuk perkenalkan makanan ketoprak ini di Papua.
"Jualan dimulai tahun 2012 tapi banyak orang belum tahu ketoprak itu apa," kata Anang berbagi kisahnya, Senin (3/3). Dari situ ia mulai berfikir bagaimana caraya agar orang mudah memahami apa itu ketoprak. Anang kemudian berusaha untuk memanfaatkan media sosial. Namun untuk mengupload video-video ini ia sedikit kebingungan karena tentunya harus menarik sehingga orang bisa menonton video-video tersebut.
Dia kemudian mencari jasa seorang konten kreator atau influencer untuk bisa memperkenalkan produk ketoprak itu melalui media sosial. Hanya saja Anang agak kaget karena ternyata untuk mempromosikan jualan di gerobaknya ini ia harus merogoh kocek cukup dalam.
Ia menceritakan bahwa konten kreator atau influencer tersebut mematok harga Rp1 juta untuk satu konten yang hanya berdurasi 30 detik. Dan karena keterbatasan dana, dia kemudian memberanikan diri untuk membuat videonya sendiri dengan pengetahuan yang ala kadarnya. Iapun memulai mengupload videonya melalui platform Tik Tok sejak tahun 2022.
Hasilnya cukup memuaskan, ada sekitar 2 juta viewers dari konten pertamanya itu. Selanjutnya konten-konten seputar ketoprak masih terus diupload. Sampai pada Maret 2024 dia kemudian mengupload beberapa video-video pendek ke media sosial YouTube dan reels Facebook Pro. Dan sekali lagi, dari keisengannya itu produk ketopraknya justru lebih dikenal.
Anang mengaku pengambilan video, editing, konsep, semuanya dilakukan secara otodidak. Untuk editing, dia hanya menggunakan aplikasi Capcut Pro. Dan Seiring berjalannya waktu dia terus belajar dan belajar, untuk bagaimana menghasilkan video yang menarik dan enak di tonton. Konsep videonyapun unik, tak melulu soal ketoprak, tapi ada materi lucu atau lawak yang dipadukan dengan ketoprak.
Dari konten-konten yang di-upload melalui YouTube inilah ternyata tidak saja mendapatkan viewers yang banyak, tetapi juga dia berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Tertinggi dari tayangan video pendek yang di-upload melalui media sosial YouTube sebanyak 18 juta viewers. Itulah kemudian proses monetisasi dari YouTube itu sangat cepat dari bulan Maret sampai April dia sudah melakukan pengajuan untuk mendapatkan dolar.
Begitu juga dengan reels di Facebook saat ini juga dia sudah dimonetisasi, untuk reels Facebook ini kini dikelola sang istri. "Baik Facebook Pro maupun YouTube, semuanya sudah mendapatkan pendapatan sampai saat ini," ujarnya. Kini selain menjual makanan ketoprak, dia dan bersama keluarga kerap bekerja sama membuat konten.
Anang bertindak sebagai kameraman, editing sedangkan untuk meng upload video-videonya ke Youtube menjadi tugas sang ibu. Dan hasilnya, kini plat silver dari Youtube sudah diperoleh dan tentu ini merupakan sebuah pencapaian yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.
"Ke depan tentu kami akan berusaha untuk membuat video-video yang lebih menarik lagi dengan peralatan yang lebih baik dari sekarang,"ungkapnya. Anang juga mengaku bangga, kini ada beberapa temannya juga yang sering datang ke rumahnya untuk membuat ide konten bersama. Jadi selain berjualan ketoprak, Anang juga tengah fokus menjalani profesi lainya sebagai konten kreator.
"Masih banyak ide-ide konten lainnya yang perlu digarap ke depannya," tambahnya. Dan capaian utamanya juga tercapai dimana berkat medsos ini, ketoprak yang dijualnya selalu laris manis. Bahkan tidak saja disukai masyarakat Jawa, tapi sudah merata disemua kalangan termasuk masyarakat asli Papua.
"Dalam sehari bisa 100 an porsi yang terjual dan biasanya berjualan dari pagi dan akan habis pada siang hari," tutupnya.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser