ANALISA GEMPA: Windy F. Mangeke, staf Balai Besar BMKG V Jayapura, Bagian Tsunami Early Warning System saat menganalisa gempa yang sering terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Rabu (7/3).
JAYAPURA-Rangkaian gempa bumi tektonik yang terjadi dalam seminggu terakhir baik di Papua New Guinea maupun di Kota dan Kabupaten Jayapura, tidak terlepas dari posisi wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura yang diapit dua lempeng.
“Berdasarkan peta sismisitas BMKG, khusus wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura terlihat tataan tektonik menunjukan bahwa Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura diapit oleh dua lempeng yaitu lempeng Papua dengan lempeng Pasifik,” ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar BMKG Wilayah V Jayapura, Herlambang Huda kepada Cenderawasih Pos, Rabu (7/3).
Selain lempeng tersebut menurut Herlambang, juga terdapat sesar aktif yang banyak bertebaran yang mengakibatkan sering terjadi gempa.
“Adanya aktivitas subduksi lempeng yang terdapat di bagian utara Kabupaten Jayapura dan sesar aktif Membramo serta sesar Sentani yang tersebar di daratan, sehingga tidak heran jika Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sering terjadi gempa,” jelasnya.
Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos Edisi 8/3 (eri/nat)
Editor : Administrator