Tenggorokan Terasa Terbakar? 6 Cara Rumahan Ini Bisa Bantu Meredakannya

Elfira Halifa • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:04 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Tenggorokan terasa panas, perih, atau seperti terbakar bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Bahkan, rasa sakit saat menelan dapat membuat seseorang tidak nyaman ketika makan dan minum.

 

Keluhan ini bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari infeksi, iritasi akibat asap dan udara kering, alergi, hingga refluks asam lambung. Karena penyebabnya berbeda-beda, cara meredakannya pun perlu disesuaikan dengan kondisi yang dialami.

 

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Dilansir dari Jawa Pos, Rabu (28/10/2026), berikut enam pilihan perawatan rumahan yang bisa dipertimbangkan, dengan tetap memperhatikan keamanan dan bukti manfaatnya.

 

1. Madu Campur Air Hangat

Madu dapat membantu menenangkan tenggorokan dan meredakan batuk yang menyertai infeksi saluran pernapasan tertentu.

 

Caranya, campurkan satu sendok madu ke dalam segelas air hangat, kemudian minum secara perlahan. Pastikan air tidak terlalu panas agar tidak memperparah iritasi. Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah satu tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.

 

2. Teh Jahe Hangat

Jahe kerap digunakan sebagai bahan minuman tradisional untuk memberikan sensasi hangat dan nyaman pada tubuh.

 

Untuk membuatnya, iris beberapa potong jahe segar, seduh dengan air panas, lalu diamkan beberapa menit. Jika suka, tambahkan sedikit madu setelah minuman tidak terlalu panas.

 

Meski dapat menjadi pilihan minuman hangat, bukti ilmiah mengenai manfaat jahe secara khusus untuk mengatasi sensasi terbakar di tenggorokan masih terbatas.

 

3. Susu Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang telah diteliti karena aktivitas anti-inflamasinya. Bahan ini juga sering digunakan dalam minuman tradisional.

 

Susu kunyit dapat dibuat dengan mencampurkan sedikit bubuk kunyit ke dalam susu hangat. Aduk hingga merata dan konsumsi pada suhu yang nyaman.

 

Meski demikian, belum ada bukti klinis yang kuat bahwa susu kunyit dapat menyembuhkan tenggorokan yang terasa panas. Hentikan konsumsi jika minuman tersebut justru memicu atau memperburuk keluhan.

 

4. Menjaga Kelembapan Udara

Udara kering dapat memperburuk rasa kering dan iritasi pada tenggorokan. Menggunakan pelembap udara atau humidifier dapat membantu menjaga kelembapan ruangan.

 

Pastikan alat dibersihkan secara rutin sesuai petunjuk pemakaian agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur dan mikroorganisme.

 

Hindari menghirup uap langsung dari air mendidih karena berisiko menyebabkan luka bakar. Cara ini juga tidak terbukti dapat menyembuhkan seluruh penyebab gangguan tenggorokan.

 

5. Air Seduhan Kayu Manis

Kayu manis sering digunakan sebagai campuran minuman hangat karena memiliki aroma dan rasa khas.

 

Sebagian orang memanfaatkannya sebagai pilihan minuman rumahan saat tenggorokan terasa tidak nyaman. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas seduhan kayu manis untuk meredakan sensasi terbakar di tenggorokan masih terbatas.

 

Gunakan dalam jumlah kecil sebagai bahan minuman dan hindari konsumsi berlebihan, terutama produk kayu manis dengan kandungan kumarin tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan hati.

 

6. Jus Lidah Buaya

Lidah buaya dikenal sebagai bahan yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit. Namun, manfaat jus lidah buaya untuk mengatasi tenggorokan yang terasa panas belum didukung bukti klinis yang memadai.

 

Tidak semua produk lidah buaya aman diminum. Getah kuning atau lateks lidah buaya dapat menimbulkan efek samping, seperti kram perut dan diare.

 

Karena itu, hindari mengonsumsi lidah buaya mentah atau produk yang tidak secara jelas diperuntukkan bagi konsumsi.

 

Jika sensasi terbakar berulang kali muncul setelah makan atau saat berbaring, refluks asam lambung dapat menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya. (*)

Editor : AdminDua
sakit terbakar Sakit tenggorokan