CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Jepang bersiap memulai uji klinis transplantasi ginjal babi ke manusia pada 2028. Jika berhasil, prosedur tersebut akan menjadi yang pertama dilakukan di negara itu dan diharapkan menjadi solusi atas minimnya ketersediaan donor organ.
Seperti dilansir Kyodo, Senin (29/6), perusahaan rintisan PorMedTec yang berbasis di Meiji University akan menjalankan uji klinis di Hokkaido University Hospital di Sapporo dan Shonan Kamakura General Hospital di Prefektur Kanagawa.
Ginjal yang akan ditransplantasikan berasal dari babi hasil rekayasa genetika. Organ tersebut telah dimodifikasi agar risiko penolakan oleh sistem kekebalan tubuh manusia dapat ditekan.
"Kami ingin meletakkan fondasi xenotransplantasi di Jepang," kata profesor Meiji University sekaligus Direktur PorMedTec, Hiroshi Nagashima. Xenotransplantasi merupakan prosedur transplantasi organ dari hewan ke manusia. Teknologi ini dinilai berpotensi menjadi alternatif bagi pasien yang kesulitan memperoleh donor organ manusia.
PorMedTec mengimpor sel babi hasil rekayasa genetika yang dikembangkan perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, eGenesis Inc. Sel-sel tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan babi dengan karakteristik genetik yang sama di Jepang.
Menurut perusahaan, gen babi telah dimodifikasi pada 69 bagian berbeda. Rekayasa tersebut bertujuan mengurangi kemungkinan organ ditolak oleh tubuh penerima setelah proses transplantasi.
Saat ini, perusahaan masih menyelesaikan rancangan uji klinis sebelum mengajukan persetujuan kepada otoritas terkait. Jika memperoleh izin produksi dan pemasaran, teknologi tersebut diharapkan dapat digunakan secara luas untuk membantu pasien gagal ginjal berat. Kebutuhan akan donor ginjal di Jepang masih sangat tinggi.
Data Japan Organ Transplant Network menunjukkan sekitar 300 ribu orang di negara itu menjalani cuci darah atau dialisis.
Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ribu pasien masih berada dalam daftar tunggu transplantasi ginjal. Keterbatasan donor membuat banyak pasien harus menjalani dialisis selama bertahun-tahun sambil menunggu organ yang sesuai. Transplantasi organ babi ke manusia sebelumnya telah diuji coba di Amerika Serikat dan China.
Jepang berharap dapat mengikuti perkembangan tersebut sekaligus membuka peluang baru dalam penanganan penyakit gagal ginjal di masa mendatang. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser