Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Otsus harus jadi instrumen membangun SDM Papua secara utuh

L
Penulis: Lucky Ireeuw❯
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) otonomi khusus (Otsus) Papua Yanni menegaskan otsus harus menjadi instrumen untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua secara utuh.  foto: Dok Antara
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) otonomi khusus (Otsus) Papua Yanni menegaskan otsus harus menjadi instrumen untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua secara utuh. foto: Dok Antara

Advertisement

Jayapura, 28/6 (ANTARA) - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) otonomi khusus (Otsus) Papua Yanni menegaskan otsus harus menjadi instrumen untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua secara utuh.

"Selama ini kita sering menyelesaikan persoalan di Papua satu per satu, padahal Papua membutuhkan arah besar pembangunan SDM agar setiap kebijakan saling terhubung dan menjawab kebutuhan jangka panjang," katanya di Jayapura, Minggu.

Menurut Yanni, untuk sektor pendidikan pihaknya mengusulkan pemetaan menyeluruh kebutuhan guru pendidikan agama Kristen di seluruh Tanah Papua sebagai dasar penyusunan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Kami juga mendorong kebijakan afirmatif bagi Orang Asli Papua (OAP), penyediaan beasiswa bagi calon guru agama, skema ikatan dinas, serta insentif bagi tenaga pendidik yang bersedia mengabdi di daerah-daerah terpencil," ujarnya.

Dia menjelaskan kelangkaan guru pendidikan agama Kristen di Papua menyimpan persoalan yang jauh melampaui kekurangan tenaga pendidik, di balik kurangnya jumlah guru, tersimpan ancaman terhadap pembentukan karakter, moral, dan spiritualitas generasi muda Papua.

"Persoalan ini harus mendapat perhatian serius karena pendidikan agama merupakan fondasi pembentukan manusia sejak usia dini," katanya lagi.

Dia menambahkan pendidikan agama tak bisa dianggap hanya sebagai mata pelajaran namun di situlah nilai keimanan, budi pekerti, integritas, dan karakter peserta didik dibentuk.

"Kalau fondasi ini melemah, dampak buruknya akan dirasakan masyarakat pada masa yang akan datang," ujarnya.

Pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan yang diprakarsai kelompok kerja (Pokja) Agama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kota Jayapura pada Kamis (25/6).(*)

Pewarta : Ardiles Leloltery

Advertisement
Editor : Lucky Ireeuw
Sumber : antaranews

Artikel Terkait

Bangun Masa Depan SDM Papua Tengah, Gubernur Meki Siapkan Rp56 Miliar untuk SPH Nabire

Bangun Masa Depan SDM Papua Tengah, Gubernur Meki Siapkan Rp56 Miliar untuk SPH Nabire

Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) Papua Tengah terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Gubernur Papua Tengah Meki

IDAPS Ditantang Cetak Kader Dosen dan Pemimpin 

IDAPS Ditantang Cetak Kader Dosen dan Pemimpin 

Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Otsus, Soleman Jambormias, menantang pengurus Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS) periode 2026–2

Bupati Keerom Minta Tata Kelola Dana Otsus Diperketat dan Bebas dari Risiko Hukum

Bupati Keerom Minta Tata Kelola Dana Otsus Diperketat dan Bebas dari Risiko Hukum

Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk memperketat tata kelola penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua agar tepat sasaran dan te

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer