CEPOSONLINE.COM, KEEROM – Dewan Adat Keerom (DAK) memberikan dukungan anggaran kepada tiga suku besar di Keerom.
Penyerahan dilakukan Ketua DAK, Jack Mekawa, di Arso, Rabu (26/6/2024).
Ini dilakukan dalam rangka pemetaan wilayah adat.
Dukungan ini berupa uang tunai sebesar Rp 15 juta yang diberikan kepada masing-masing perwakilan wilayah adat.
"DAK memberikan dukungan kepada perwakilan tiga suku untuk mendukung program yang dijalankan Pemkab Keerom saat ini terkait pemetaan wilayah adat," ujar Jack Mekawa.
"Sedangkan untuk 4 wilayah adat lainnya akan kita dukung juga.”
“Namun saat ini penelitian awal dari tim Uncen fokus pada 3 suku terlebih dahulu.”
“Setelah itu baru kita lanjutkan di wilayah lainnya," lanjutnya.
Pemetaan wilayah adat saat ini menjadi perhatian DAK.
Bahkan, menjadi program prioritas DAK di 2024 ini.
“Pemetaan wilayah adat penting untuk kepentingan masyarakat Papua asli Keerom,” ujarnya.
Baca Juga: Gandeng Tim Uncen, Pemkab Keerom Lakukan Penelitian Pemetaan Wilayah Adat
Tujuannya tak lain untuk menyelamatkan budaya, kekayaan alam, dan kultural masyarakat asli Keerom.
“Untuk itu, saya minta semua harus dukung dan sukseskan,” ujarnya.
Tokoh Masyarakat Adat Wilayah Mannem, Malensius Musuy, mengapresiasi DAK atas dukungannya kepada tiga suku yang melakukan pemetaan wilayah adat bersama Pemkab Keerom.
"Saya salut dengan DAK yang telah menunjukkan komitmennya kepada 3 wilayah suku besar di keerom dalam mensukseskan pemetaan wilayah adat," ungkapnya.
Malensius berharap Pmekab Keerom jeli melihat tugas dan fungsi kedua lembaga adat baik itu DAK maupun LMA.
"Kita berharap tahun-tahun berikutnya bantuan anggaran yang kepada DAK harus lebih besar lagi, jangan samakan dengan LMA, karena yang punya Otsus ini sesungguhnya DAK, LMA sifatnya mengontrol," terang Malensius Musuy dalam menerjemahkan implementasi Undang-Undang Otsus. (*)
Editor : Gratianus Silas