Bupati  Keerom Kaget Ada Kampung Tak Tersentuh Pelayanan Pemerintah

Erianto Pasae • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 22:00 WIB
Bupati Gusbager saat berfoto dengan para anak di Kampung Onam, Distrik Senggi, Selasa (8/9). (CEPOSONLINE/ERIANTO)
Bupati Gusbager saat berfoto dengan para anak di Kampung Onam, Distrik Senggi, Selasa (8/9). (CEPOSONLINE/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager melakukan kunjungan kerja ke Kampung Onam, Distrik Senggi, Selasa (8/9). Sebelumnya, Bupati Gusbager juga melakukan Kunker ke Kampung Kiambra.

Kampung Onam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker. Kampung ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Satu-satunya akses utama saat ini untuk bisa sampai ke Kampung Onam dengan melewati Sungai Sofker dengan menempuh perjalanan kurang lebih jam dari Muara Nawa.

Sedangkan jarak dari Kampung Kiambra ke Kampung Onam, harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dengan menggunakan motor Jonson.

Saat tiba di Kampung Onam, Bupati Piter Gusbager prihatin melihat kondisi kampung yang sangat terisolir, bahkan nyaris tidak tersentuh pelayanan pemerintahan. Tidak ada sekolah, tidak ada Pustu, tidak ada internet, tidak ada penerangan, tidak ada jalan, dan tidak ada pelayanan publik.

Bupati Gusbager mengatakan selama ini Pemerintah Distrik, Pemerintah Kampung dan dinas terkait tidak pernah melaporkan kondisi kampung. “Kondisi Kampung Onam sangat memprihatinkan, tidak ada sekolah, tidak ada guru, anak-anak tidak pernah sekolah,” ungkapnya Bupati Gusbager.

Melihat kondisi tersebut, bupati dua periode itu menegaskan akan segera membangun sekolah dengan 3 ruang kelas terlebih dahulu, dan mengirim guru agar aktivitas belajar-mengajar mulai berjalan.

"Minggu depan saya kirim guru duluan agar proses belajar mengajar mulai berjalan, saya juga beri bantuan seragam sekolah,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Gusbager juga akan memberikan bantuan starling, solar sel, motor jonson dan memberi bantuan rumah layak huni dan membangun gedung gereja.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga meminta maaf kepada masyarakat karena sekian lama Kampung Onam berdiri bersama Kabupaten Keerom ternyata akses pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya tidak berjalan di Kampung tersebut.

"Sebagai kepala daerah saya memohon maaf, kita akan membangun apa yang belum dibangun dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki segera,” ucapnya.

Alumnus The University of Melbourne Australia itu mengakui selama ini pemerintah Distrik, Pemerintah Kampung dan Dinas terkait tidak perna melaporkan kondisi Kampung Wonam. Ia justru mendapati sendiri banyak persoalan yang dihadapi masyarakat ketika turun langsung ke Kampung Onam.

Sebagai informasi, mata pencaharian masyarakat Onam dengan berkebun, berburu dan menangkap ikan di kali Sofker. Makanan sehari-harinya ialah Sagu, Singkong, pisang, petatas, Jagung, Ikan dan daging hasil buruan. Kampung Onam didiami oleh suku Yetfa dan Yelago. (*)

Editor : Weny Firmansyah
KEEROM Piter Gusbager