Bupati Gusbager Pastikan Benahi Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Kampung Perbatasan

Erianto Pasae • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:56 WIB
Bupati Gusbager saat berfoto dengan anak sekolah di Kampung Kiambra, Distrik Kawsenar, Selasa (8/9). (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Bupati Gusbager saat berfoto dengan anak sekolah di Kampung Kiambra, Distrik Kawsenar, Selasa (8/9). (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager kunjungi Kampung Kiambra, Distrik Kaisenar. Kampung Kiambra merupakan salah satu kampung yang berada di perbatasan tepatnya di pinggiran Sungai Sofker.

Kampung ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Kampung Kiambra belum memiliki akses jalan utama. Sehingga akses untuk sampai ke kampung dengan melewati Sungai Sofker menggunakan motor Jonson.

Bupati Gusbager harus menempuh perjalanan 13 jam dari Arso menuju ke Kampung Kiambra. Bupati Gusbager dan rombongan bergerak dari Arso pada Senin (7/9) kemudian bermalam di pinggir Sungai Nawa dan melanjutkan perjalanan pada keesokan atau Selasa (8/9) menuju Kampung Kiambra.

Dari Muara Nawa menuju Kampung Kiambra harus menempuh perjalan melewati sungai Sofker sekitar 5 jam perjalan.

Bupati Gusbager saat tiba di kampung Kiambra disambut dengan haru oleh masyarakat. Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu langsung melihat Sekolah. Ia mendapati masih ada anak-anak yang mengikuti pelajaran tidak mengenakan pakaian seragam sekolah, dan tidak mengenakan alas kaki.

Ruang kelas juga terlihat tidak ada kursi dan meja sehingga anak-anak duduk di lantai sambil belajar. "Saya lihat situasi sekolah dan guru sangat menyedihkan sekali, tidak bisa kita biarkan mulai dari ketersediaan guru dan sarana lainnya harus kita siapkan segera,” ungkap Bupati Gusbager.

Bupati dua periode itu menegaskan akan segera mengirim tenaga guru dalam waktu dekat untuk memulai proses belajar mengajar. Selain itu ia juga akan memberi bantuan seperti solar sel, starling, bantuan kursi dan meja, seragam sekolah dan lainnya.

Tak hanya itu, alumnus The University of Melbourne Australia itu juga menyebutkan bahwa di tahun 2027 Pemkab Keerom akan membangun Sekolah Negeri yang layak di Kampung Kiambra beserta rumah guru.

Pemkab Keerom juga membangun Pustu dan rumah tenaga kesehatan dan bantuan rumah layak huni serta membangun fasilitas olahraga.

"Kampung ini terletak di pinggir sungai Sofker, kampung yang lama dan tanahnya subur, saya harus siapkan masa depan anak-anak di sini,” ujarnya.

Sebagai informasi, selama ini proses belajar mengajar tidak ada guru PNS atau guru kontrak. Sehingga yang menjadi guru adalah anak kampung setempat yang hanya lulusan SMA.

Mata pencaharian masyarakat Kiambra selama ini hanya mengandalkan hasil buruan, berkebun dan menangkap ikan. Kampung Kiambra merupakan suku Yetfa. (*)

Editor : Weny Firmansyah
KEEROM Piter Gusbager