Bupati Keerom Salurkan Alokasi Dana Desa Rp 8,5 Miliar untuk 24 Kampung

Erianto Pasae • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:17 WIB
 Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan Alokasi Dana Desa di Gedung Pramuka, Arso, Jumat (24/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
 Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan Alokasi Dana Desa di Gedung Pramuka, Arso, Jumat (24/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager, secara resmi menyerahkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama kepada sejumlah kepala kampung.

 Penyerahan dana tersebut dilaksanakan di Gedung Pramuka, wilayah Arso, pada hari Jumat (24/7/2026).

Dalam penyerahan tahap pertama ini, Pemerintah Kabupaten Keerom menyalurkan total dana sebesar Rp 8,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dana tersebut diberikan kepada 24 kampung dari total 91 kampung yang berada di wilayah Kabupaten Keerom.

Bupati Gusbager menyatakan bahwa penyaluran ADD ini merupakan bentuk dukungan langsung dari pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat di tingkat kampung.

“Ini komitmen saya untuk mendukung pelayanan kepada kampung-kampung,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos.

Bagi kampung-kampung yang belum menerima alokasi dana pada tahap ini, Bupati meminta agar para kepala kampung segera menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

Ia menegaskan bahwa pencairan dana akan langsung diproses apabila dokumen administrasi seperti Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan registrasi lainnya telah diselesaikan.

“Untuk itu kepada yang belum menerima hari ini segera menyelesaikan administrasinya, lebih cepat lebih baik. Mau cepat terima duitnya, lebih cepat proses registrasinya, SPJ-nya, dan lain-lain,” ujarnya.

Selain ADD tahap pertama, Bupati juga menyampaikan rencana penyaluran Dana Desa (DD) tahap kedua dalam waktu dekat. Penerimaan DD tahap kedua ini nantinya akan menjadi syarat wajib bagi kampung-kampung untuk dapat mencairkan ADD tahap kedua.

Piter menekankan bahwa kemajuan Kabupaten Keerom secara keseluruhan sangat bergantung pada kemajuan dan tata kelola di masing-masing kampung. 

“Perubahan Kabupaten Keerom dimulai dari kampung-kampung, dari desa-desa. Orang Keerom akan menjadi lebih baik kalau kampung-kampungnya lebih baik,” ucapnya.

Ia meminta para kepala kampung untuk memiliki pola pikir yang maju dan bertindak sebagai pemimpin utama dalam memajukan masyarakatnya.

“Kabupaten ini adalah sebenarnya kampung-kampung. Kabupaten Keerom ini adalah sebuah bingkai besar, tapi di dalamnya adalah kampung-kampung itu sendiri,” kata Bupati Gusbager.

“Maka kepala kampung menjadi pionir-pionir, menjadi kekuatan kita untuk memimpin Keerom ini menjadi lebih baik. Kepala kampung yang hebat, maka masyarakat kampungnya akan hebat. Kepala kampung berpikiran maju, maka kampung-kampungnya akan maju,” tambahnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menekankan tiga fokus utama penggunaan Alokasi Dana Desa pada tahap ini, yakni pengelolaan sampah, penanganan stunting dan persiapan pemilihan kepala kampung serentak.

“Itulah pentingnya kenapa dalam Alokasi Dana Desa kali ini itu fokus pertama sampah, yang kedua stunting, dan yang ketiga adalah persiapan pemilihan kepala kampung serentak tahun 2026,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
Ceposonline.com KEEROM dana desa