Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bupati Gusbager Kembali Salurkan Dana Desa dan BLT

Erianto Pasae • Rabu, 1 Juli 2026 | 22:10 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan Dana Desa kepada para kepala Desa (kampung) di Balai Desa Sanggaria, Arso I, Distrik Arso Barat, Selasa (30/6/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan Dana Desa kepada para kepala Desa (kampung) di Balai Desa Sanggaria, Arso I, Distrik Arso Barat, Selasa (30/6/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager kembali menyalurkan Dana Desa (DD) tahap I dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan I dan II bagi 25 kampung di 6 distrik.

 

Penyerahan dipusatkan di Balai Desa Sanggaria, Arso I, Distrik Arso Barat, Selasa (30/6/2026). Total dana yang disalurkan bernilai Rp4.050.963.400.

 

“Kami menyalurkan untuk 25 kampung di wilayah bawah, Distrik Arso, Skanto, Arso Barat, Arso Timur, Mannem. Kita ingin kampung-kampung terus mendapatkan petunjuk arahan, sehingga saya menyerahkan langsung,” ungkap Bupati Gusbager kepada awak media.

 

Bupati Gusbager menekan beberapa poin penting dalam penyerahan ini. Kepala kampung atau aparat kampung dilarang terlibat dengan rentenir soal pengelolaan dana kampung.

 

“Kemudian saya berpesan juga terkait sampah. Sampah di kampung-kampung harus diperhatikan. Buat program di tahun depan, itu tidak usah program yang muluk-muluk. Cukup kampung itu bersih, terang, tidak ada ornag mabuk,” ujarnya.

 

Bupati dua periode itu juga meminta kepala kampung untuk ikut aktif memerangi narkoba jenis ganja di tengah masyarakat.

 

“Mereka harus memantau peredaran ganja di sekolah, karena ganja ini juga sudah seperti tumor. Sudah ke mana-mana. Sampai sekolah SD pun masuk. Dan di Keerom kita sedang kerja keras untuk memberantas ini,” ucapnya.

 

Selanjutnya, orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga meminta kepada kampung untuk ikut memerangi minuman keras di wilayah masing-masing.

 

“Kita sudah petakan ada kampung yang sumber produsen miras lokal. Saya sudah perintahkan kepala kampung bereskan, segera, jangan lama-lama. Saya tidak ingin ada pembiaran, dari kita semua, dari pemerintah, dari tokoh-tokoh, dari semua pihak jangan biarkan barang ini,” tegasnya.

 

“Tadi sudah ada satu satu toko yang tidak jelas di jembatan Arso 2, saya sudah perintahkan bereskan, bongkar segera! Karena di situ tempat jual barang-barang ini. Tanpa izin, tapi orang semua tahu tempat transaksinya di situ,” sambungnya.

 

Alumnus The University of Melbourne, Australia itu ingin masalah miras, ganja dan sampah bisa diatasi semasa kepemimpinannya. Ia ingin Keerom menjadi daerah yang benar-benar nyaman dikunjungi oleh masyarakat. (*).

Editor : Lucky Ireeuw
#BLT #KEEROM #Piter Gusbager