Pasien Dugaan Keracunan MBG Dipindahkan dari Tenda ke Rumah Sakit di Kota Jayapura 

Priyadi Cepos Online • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:33 WIB
Pasien korban dugaan keracunan MBG yang dirawat di tenda halaman RSUD Yowari, kini dipindahkan ke RS yang ada di Kota Jayapura, demi kenyamanan pemulihan kesehatan secara cepat, Kamis (6/8/2026).

(Ceposonline.com/Priyadi)
Pasien korban dugaan keracunan MBG yang dirawat di tenda halaman RSUD Yowari, kini dipindahkan ke RS yang ada di Kota Jayapura, demi kenyamanan pemulihan kesehatan secara cepat, Kamis (6/8/2026). (Ceposonline.com/Priyadi)

CEPOSONLINE.COM, SENTANI- Pemerintah Kabupaten Jayapura mulai Jumat (7/8/2026) memindahkan seluruh pasien dugaan keracunan makanan yang sebelumnya dirawat di tenda darurat depan RSUD Yowari, kini dipindahkan ke sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Jayapura.

 

 

Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan, relokasi dilakukan karena kondisi cuaca yang mulai memburuk dan memasuki musim penghujan. Pasien yang masih bertahan di tenda dinilai rentan mengalami gangguan kesehatan lain akibat hujan, angin kencang, genangan air, dan sanitasi yang kurang memadai.

 

 

“Kami fokus menyelesaikan sakit karena dugaan keracunan ini. Namun, jika dibiarkan di tenda dengan genangan air dan sanitasi yang kurang terjaga, bisa timbul penyakit lain seperti malaria. Pasien sudah dalam kondisi lemas, kasihan jika harus bertahan dalam situasi seperti itu,” ujar Yunus, saat ditemui wartawan dalam meninjau lokasi FDS bersama Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Jocku, Jumat (7/8/2026).

 

 

Kata Yunus, keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi bersama tim medis dan dokter dari RSUD Yowari serta wilayah Depapre. Dinas Kesehatan kemudian diminta mengecek ketersediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RS Marthen Indey, dan RS Abepura.

 

 

Pasien yang saat ini dirawat di tenda darurat akan dipindahkan ke ruang perawatan rumah sakit. Sementara pasien di Puskesmas Depapre dipindahkan ke Aula Distrik Depapre agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan.

 

 

Pemkab Jayapura sebelumnya menyiapkan Hotel Tabita sebagai alternatif jika kapasitas rumah sakit tidak mencukupi. Namun, berdasarkan hasil koordinasi, rumah sakit rujukan masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung seluruh pasien.(*)

Editor : Weny Firmansyah
Kabupaten Jayapura Ceposonline.com Makan Bergizi Gratis (MBG)