Demo di Sentani, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan, Orang Tua Diizinkan Jemput Anak

Priyadi Cepos Online • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:18 WIB
Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Sentani, Kabupaten Jayapura, tetap berlangsung normal di tengah aksi demonstrasi, Senin (3/8/2026). (Ceposonline.com/Priyadi).
Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Sentani, Kabupaten Jayapura, tetap berlangsung normal di tengah aksi demonstrasi, Senin (3/8/2026). (Ceposonline.com/Priyadi).

CEPOSONLINE.COM, SENTANI- Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Sentani, Kabupaten Jayapura, tetap berlangsung normal di tengah aksi demonstrasi yang digelar pada Senin (3/8/2026). 

Meski demikian, pihak sekolah memberikan kebijakan kepada orang tua yang merasa khawatir untuk menjemput anak mereka lebih awal demi memberikan rasa aman dan nyaman.

Sebelumnya, Bupati Jayapura telah mengimbau agar proses pembelajaran tetap dilaksanakan seperti biasa, sembari meminta seluruh satuan pendidikan terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi terkait perkembangan situasi di lapangan.

Pantauan Cepos Online menunjukkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah, seperti SMP Negeri 4 Sentani, SMA Pelita Harapan Sentani, SD Negeri Inpres Sentani, dan beberapa sekolah lainnya, tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Namun, beberapa sekolah juga memberikan kelonggaran kepada orang tua yang ingin membawa pulang anaknya lebih awal. Kebijakan tersebut diterapkan di antaranya di SMP Negeri 2 Sentani dan SD Negeri Inpres Kemiri. Anak-anak yang dijemput orang tuanya dipersilakan pulang setelah pihak sekolah menerima pemberitahuan secara langsung dari orang tua.

Kepala SMP Negeri 4 Sentani, Andreas, mengatakan hingga saat ini proses belajar mengajar di sekolahnya masih berlangsung normal. Pihaknya tetap mengikuti imbauan Pemerintah Kabupaten Jayapura serta terus memantau perkembangan situasi.

"Sejauh ini aktivitas belajar masih berjalan seperti biasa. Kami mengikuti imbauan Bupati Jayapura dan terus melihat kondisi di lapangan. Jika ada perkembangan situasi, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura serta menyampaikan informasi kepada orang tua siswa," ujarnya kepada Ceposonline.com.

Hal senada disampaikan  guru di SMP Negeri 1 Sentani yang enggan disebutkan namanya. Ia mengatakan sekolah tetap melaksanakan pembelajaran, namun memberikan izin kepada siswa yang dijemput langsung oleh orang tuanya.

"Memang ada beberapa orang tua yang datang untuk menjemput anaknya karena khawatir dengan aksi demonstrasi. Kami mengizinkan, asalkan orang tua datang langsung dan menyampaikan informasi kepada pihak sekolah," katanya.

Salah seorang orang tua siswa SD Negeri Inpres Kemiri, Joni, mengaku mendapat informasi dari sekolah bahwa siswa kelas I diperbolehkan pulang lebih awal apabila dijemput orang tua. Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan rasa tenang bagi para orang tua.

"Sekolah sudah memberi tahu bahwa anak-anak boleh dijemput. Jadi saya langsung datang agar anak merasa lebih aman dan kami sebagai orang tua juga lebih tenang," ujarnya.

Sementara itu, Berta dan Kristin, siswi SMP Negeri 6 Sentani, mengatakan mereka diperbolehkan pulang setelah mengikuti apel pagi. Keduanya kemudian langsung kembali ke rumah.

Di SD Negeri Inpres Kemiri, sebagian siswa tetap mengikuti kegiatan belajar di kelas. Sementara sebagian lainnya pulang lebih awal setelah dijemput orang tua. Kondisi tersebut berlangsung tertib dan proses penjemputan dilakukan dengan koordinasi antara orang tua dan pihak sekolah.

Kebijakan yang diterapkan sejumlah sekolah ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa dan orang tua di tengah situasi yang berkembang.(*)

Editor : Agung Trihandono
SEKOLAH KNPB demontrasi